Saham

Saham Perkapalan Melonjak Pekan Ini, BBRM hingga LEAD Catat Kenaikan Signifikan

Saham-saham sektor perkapalan mencatatkan penguatan signifikan sepanjang pekan ini, dipimpin oleh BBRM dan LEAD yang melonjak lebih dari 50%. Sejumlah emiten menegaskan tidak ada informasi material di balik kenaikan harga saham, sementara faktor aksi korporasi, kinerja, dan momentum dinilai menjadi pendorong utama.

3 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Kinerja saham sektor perkapalan di pasar saham Indonesia

Kinerja saham sektor perkapalan di pasar saham Indonesia (Foto: Logindo)

Emitenhub - Saham-saham sektor perkapalan mencatatkan kinerja kuat sepanjang pekan ini, dengan sejumlah emiten membukukan lonjakan harga yang signifikan di pasar saham.

Saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) mencatatkan penguatan terbesar, melonjak 62,39% dalam sepekan dan ditutup di level Rp 190 per saham. Kenaikan tersebut disusul saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) yang menguat 55,42% ke posisi Rp 129 per saham.

Selanjutnya, saham PT Soechi Lines Tbk (SOCI) menguat 42,95% dan ditutup di level Rp 446 per saham. Kinerja positif juga dicatatkan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) yang naik 19,22% ke posisi Rp 2.140 per saham.

Sementara itu, saham PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) mencatatkan kenaikan 9,87% dan berakhir di level Rp 490 per saham. Penguatan juga terjadi pada saham PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) yang naik 9,33% ke Rp 820 per saham.

Saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menguat 8,13% ke level Rp 346 per saham. Sementara itu, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) mencatatkan kenaikan paling terbatas di antara saham perkapalan lainnya, yakni 7,59% dan ditutup di Rp 8.500 per saham.

Founder WH Project, William Hartanto, menyoroti kenaikan saham-saham sektor perkapalan yang belakangan menarik perhatian pasar. Ia menilai penguatan tersebut dipicu oleh kombinasi aksi korporasi, kinerja emiten, serta faktor momentum.

“Sebagian saham didorong aksi korporasi yang dinilai menarik oleh pasar, seperti SOCI yang menambah anak usaha di Dubai dan Marshall Islands, atau SMDR yang didukung kinerja emiten. Sementara saham lainnya lebih mengikuti momentum,” ujar William, Jumat (19/12/2025).

Dalam keterbukaan informasi pada 19 Desember 2025, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) mengumumkan penjualan dua unit kapal kepada pihak nonafiliasi dengan nilai transaksi sebesar US$ 8,35 juta. Dana hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman perseroan.

Sementara itu, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perseroan maupun keputusan investasi pemodal.

Dalam keterbukaan informasi tertanggal 4 Desember 2025, manajemen BBRM menyatakan tidak terdapat kejadian penting selain yang telah diungkapkan dalam laporan tahunan, laporan keberlanjutan, serta laporan keuangan kuartalan.

Perseroan menegaskan seluruh informasi material, termasuk rencana pembangunan maupun pembelian kapal, telah disampaikan kepada publik. BBRM juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, perseroan memastikan tidak memiliki rencana aksi korporasi yang berpotensi berdampak terhadap pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia dalam waktu dekat, setidaknya dalam tiga bulan ke depan. Pemegang saham utama BBRM juga disebut tidak memiliki rencana khusus terkait kepemilikan sahamnya di perseroan.

Senada dengan BBRM, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perseroan maupun keputusan investasi pemodal, selain informasi yang telah disampaikan kepada OJK dan BEI.

Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 9 Desember 2025, manajemen menyatakan hingga saat ini tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian penting yang bersifat material dan belum diungkapkan kepada publik yang berpotensi memengaruhi harga efek maupun kelangsungan usaha perseroan.

SMDR mencatat adanya peningkatan signifikan pada Baltic Dry Index pada 3 Desember 2025, yang merupakan salah satu indikator global pergerakan tarif angkutan laut (freight rate). Meski demikian, perseroan menegaskan tidak terdapat informasi material lain yang berkaitan langsung dengan kondisi tersebut.

Selain itu, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas lain dari pemegang saham selain yang telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui sistem SPEIDXNet sesuai ketentuan yang berlaku.

Iklan