Saham

NINE Amankan Opsi Beli Tambang Mongolia Senilai USD150 Juta

PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) mengamankan hak opsi untuk membeli tambang di Mongolia dengan nilai indikatif sekitar USD150 juta. Langkah ini sejalan dengan strategi ekspansi NINE ke sektor pertambangan setelah masuknya Poh Group sebagai pengendali baru.

2 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Rencana ekspansi tambang PT Techno9 Indonesia Tbk di Mongolia

Rencana ekspansi tambang PT Techno9 Indonesia Tbk di Mongolia

Emitenhub.com - PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) telah mendapatkan hak untuk membeli sebuah tambang di Mongolia. Nilai tambang ini sekitar USD150 juta atau setara Rp2,5 triliun.

Direktur Utama NINE, Nuzwan Ghufron, menyampaikan bahwa tambang tersebut dimiliki oleh pengendali baru NINE, yakni Poh Group melalui entitas Poh Golden Ger Resources Pte Ltd.

Terkait nilai transaksi, Gufron menegaskan angkanya masih bersifat indikatif dan belum final. Perseroan saat ini masih menunggu hasil penilaian dari dua penilai independen yang berasal dari Indonesia dan Australia.

“Nilai rata-rata hasil penilaian tersebut akan berlaku dan mengesampingkan nilai indikatif apa pun,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Minggu (28/12/2025).

Gufron menambahkan, perseroan mengamankan hak opsi pembelian tersebut untuk jangka waktu sembilan bulan. Selama periode ini, NINE akan meminta persetujuan dari pemegang saham. Mereka juga akan meminta izin dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). NINE harus memenuhi semua ketentuan hukum dan pasar modal. Selain itu, mereka akan menyusun dokumen transaksi antara kedua pihak.

“Techno9 terus bekerja mencari peluang dan kesempatan bisnis di Indonesia maupun kawasan untuk memastikan penciptaan nilai tambah bagi para pemegang saham,” ujar Gufron.

Sebelumnya, Poh Holdings Ltd resmi menjadi pengendali NINE setelah menyelesaikan akuisisi sebanyak 773,35 juta saham atau setara 35,85 persen dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan. Seiring dengan perubahan pengendalian tersebut, NINE akan memfokuskan pengembangan bisnisnya ke sektor pertambangan, termasuk batu bara.

Iklan