Saham

Rukun Raharja (RAJA) Umumkan Dividen Interim Rp105,68 Miliar, Pertama Sepanjang Sejarah

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan pembagian dividen interim tunai senilai Rp105,68 miliar atau Rp25 per saham untuk tahun buku 2025. Pembagian dividen ini menjadi yang pertama kali dilakukan perseroan, seiring kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III-2025.

1 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Pergerakan saham Rukun Raharja di Bursa Efek Indonesia usai pengumuman dividen

Pergerakan saham Rukun Raharja di Bursa Efek Indonesia usai pengumuman dividen (Foto:RAJA)

Emitenhub.com - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan pembagian dividen interim tunai kepada para pemegang saham untuk pertama kalinya. Total dividen interim yang dibagikan mencapai Rp105,68 miliar atau setara Rp25 per saham.

Sekretaris Perusahaan RAJA, Yuni Pattinasarani, mengatakan bahwa dividen interim ditetapkan berdasarkan Keputusan Sirkuler. Keputusan ini menggantikan rapat Dewan Komisaris RAJA yang diadakan pada 29 Desember 2025.

"Dewan Komisaris perusahaan telah setuju dengan keputusan dan tindakan Direksi. Ini dinyatakan dalam Keputusan Sirkuler Direksi. Keputusan ini terkait penetapan dan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025," kata Yuni dalam keterbukaan informasi, Senin (29/12/2025).

Hingga 30 September 2025, emiten minyak dan gas tersebut membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD17,75 juta atau setara Rp296 miliar dengan asumsi kurs Rp16.700 per dolar AS.

Sementara itu, saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya tercatat sebesar USD108 juta. Posisi ekuitas perseroan mencapai USD237 juta, dengan kas dan setara kas sebesar USD95,5 juta.

Berdasarkan catatan IDX Channel, pengumuman dividen interim tunai RAJA merupakan yang pertama kali dilakukan perseroan. Selama ini, RAJA umumnya membagikan dividen final yang disalurkan pada periode Mei atau Juni setiap tahun.

Pada penutupan perdagangan sore ini, harga saham RAJA menguat 6 persen ke level Rp6.175. Kenaikan tersebut mendorong kapitalisasi pasar perseroan menjadi Rp26,1 triliun.

Iklan