Saham

Prospek Saham HRTA di Tengah Lonjakan Harga Emas, Ini Strategi Ekspansi Hartadinata 2026

PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) mencatat lonjakan kinerja seiring reli harga emas global sepanjang 2025. Manajemen optimistis prospek emas tetap kuat pada 2026 dengan strategi ekspansi produksi, inovasi produk, serta penguatan pasokan bullion.

4 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Prospek saham HRTA di tengah reli harga emas dunia 2025

Prospek saham HRTA di tengah reli harga emas dunia 2025 Foto: istimewa.

Emitenhub.com - Lonjakan harga emas global sepanjang 2025 menjadi katalis positif bagi kinerja dan pergerakan saham emiten logam mulia dan perhiasan, PT Hartadinata Tbk. (HRTA). Penguatan harga emas turut menopang kinerja operasional perseroan.

Pada Senin (29/12/2025), harga emas spot berada di level US$4.477,94 per troy ounce. Posisi tersebut mencerminkan kenaikan 70,62% dari level US$2.624,5 per troy ounce, dengan rekor tertinggi tercatat pada 26 Desember 2025 di level US$4.533,21 per troy ounce.

Dari sisi operasional, HRTA membukukan volume penjualan emas murni sebesar 14,79 ton sepanjang Januari–September 2025, tumbuh 29,6% secara tahunan. Selain itu, perseroan mencatat kenaikan rata-rata harga jual (average selling price/ASP) sebesar 46,3% menjadi Rp1.695.288 per gram, seiring tren kenaikan harga emas global sepanjang 2025.

Seiring peningkatan volume penjualan dan kenaikan ASP, PT Hartadinata Tbk. (HRTA) mencatatkan pendapatan sebesar Rp25,19 triliun sepanjang Januari–September 2025. Kinerja tersebut turut mendorong pertumbuhan profitabilitas perseroan.

Laba bersih HRTA tercatat melonjak 90,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp575,76 miliar, dibandingkan Rp301,92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk menggali strategi serta pandangan perusahaan menghadapi 2026, Bisnis mewawancarai Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto. Berikut petikannya.

Bagaimana Prospek Komoditas Emas pada 2026?

Hartadinata memproyeksikan prospek komoditas emas pada 2026 tetap positif dengan kecenderungan menguat. Harga emas dunia diperkirakan melanjutkan kenaikan, didorong ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat yang meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Selain itu, permintaan yang konsisten dari bank sentral berbagai negara serta meningkatnya minat investor terhadap instrumen berbasis emas turut memperkuat prospek tersebut. Faktor-faktor ini dinilai menjadi penopang utama permintaan emas global.

Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global berpotensi menjaga sentimen positif emas sebagai aset safe haven. Meski demikian, perseroan tetap mencermati risiko, termasuk potensi kebijakan moneter yang lebih ketat atau pemulihan ekonomi global yang lebih cepat, yang dapat membatasi ruang kenaikan harga emas.

Perseroan menilai tahun 2026 berpotensi menjadi periode yang menjanjikan bagi komoditas emas, dengan peluang kenaikan harga yang dinilai masih terbuka lebar.

Bagaimana Gambaran Rencana Ekspansi Hartadinata pada 2026?

Pada 2026, Hartadinata akan memfokuskan strategi pada penguatan kapasitas produksi, perluasan jaringan distribusi, serta pengembangan produk yang inovatif. Perseroan menargetkan peningkatan skala operasional melalui modernisasi fasilitas manufaktur dan optimalisasi rantai pasok untuk memenuhi permintaan pasar, khususnya di segmen emas batangan.

Selain itu, Hartadinata terus memperkuat ekosistem emas nasional melalui inovasi produk dan perluasan jaringan distribusi yang terintegrasi. Upaya ini mencakup penguatan sinergi di sektor keuangan syariah serta digitalisasi rantai pasok emas.

Dengan strategi ekspansi jangka panjang tersebut, perseroan menegaskan komitmen untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar di industri emas nasional.

Bagaimana Gambaran Terobosan Produk Baru Hartadinata untuk 2026?

Pada 2026, Hartadinata masih akan memfokuskan pengembangan produk di bawah merek HRTA Gold, seperti EMASKU® dan ARDORE®. Perseroan juga baru meluncurkan HRTA Gold Anabul, produk emas dengan desain bertema hewan peliharaan yang menggabungkan nilai emosional dan nilai investasi.

Sementara itu, Emasku® Amanah diperkenalkan sebagai solusi perencanaan biaya umrah berbasis emas yang dapat dikonversi tanpa risiko penyusutan nilai. Produk ini ditujukan untuk memberikan kenyamanan dan kepastian bagi calon jamaah dalam merencanakan ibadah ke Tanah Suci.

Melalui lini HRTA Gold, perseroan ingin menempatkan emas tidak hanya sebagai simbol kemewahan, tetapi juga sebagai aset investasi yang inklusif dan relevan dengan gaya hidup. Emas diharapkan dapat menjadi instrumen bernilai yang diwariskan lintas generasi.

Ke depan, Hartadinata menegaskan komitmennya untuk menghadirkan produk emas yang dapat diakses oleh berbagai kalangan, mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan fungsi utama emas sebagai pelindung nilai.

Bagaimana Strategi Hartadinata Menjalin Kolaborasi Distribusi dan Potensi Ekspor?

Hartadinata memfokuskan strategi pada penguatan kemitraan strategis serta peningkatan standar kualitas produk untuk memperluas jaringan distribusi. Di saat yang sama, perseroan terus memperkuat fondasi operasional agar mampu bersaing di pasar global.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, HRTA telah menyelesaikan proses audit Responsible Gold Guidance (RGG) di bawah pengawasan London Bullion Market Association (LBMA). Proses ini menjadi tahapan menuju sertifikasi internasional yang ditargetkan tercapai pada pertengahan 2026.

Bagaimana Skema Pendanaan Hartadinata untuk Memenuhi Ekspansi 2026?

Untuk mendukung rencana ekspansi pada 2026, Hartadinata menyiapkan skema pendanaan yang terstruktur dan seimbang antara sumber internal dan eksternal. Dari sisi internal, perseroan mengoptimalkan arus kas operasional serta efisiensi biaya produksi guna memperkuat kapasitas permodalan.

Sementara dari sisi eksternal, HRTA menjaga hubungan dengan perbankan nasional serta memanfaatkan akses pendanaan dari pasar modal Indonesia. Kombinasi pendanaan tersebut diharapkan mampu menopang ekspansi secara berkelanjutan tanpa mengganggu kesehatan keuangan perseroan.

Bagaimana Strategi Hartadinata Menjaga Kelancaran Pasokan Bullion pada 2026?

Untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku bullion pada 2026, Hartadinata menerapkan strategi multi-sourcing yang terintegrasi. Perseroan tidak hanya memanfaatkan jaringan wholesales dan ritel untuk pasokan scrap serta gold bar, tetapi juga memperkuat kerja sama dengan produsen dan penambang emas domestik agar suplai tetap stabil di tengah volatilitas pasar.

Selain itu, HRTA membuka peluang penambahan mitra tambang baru secara selektif, khususnya pemasok yang memiliki kapasitas dan kualitas produksi yang konsisten. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pasokan jangka panjang.

Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga diversifikasi sumber bahan baku sekaligus mendukung agenda hilirisasi dan penguatan ekosistem industri emas nasional.

Iklan