Angkasa Pura Masuk GMFI: Ekuitas Berbalik Positif dan Struktur Modal Makin Kuat
Masuknya Angkasa Pura Indonesia sebagai pemegang saham GMFI melalui inbreng lahan memperkuat struktur permodalan dan mengembalikan ekuitas perseroan ke posisi positif. Langkah ini membuka ruang ekspansi bisnis GMFI tanpa mengubah posisinya dalam ekosistem Garuda Indonesia.
Ilustrasi fasilitas perawatan pesawat GMFI dan dukungan Angkasa Pura Indonesia (Foto:GMFI)
Emitenhub.com - PT Angkasa Pura Indonesia (API) resmi menjadi pemegang saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) setelah merealisasikan transaksi inbreng aset berupa lahan dengan nilai Rp5,66 triliun. Langkah ini menandai perubahan struktur kepemilikan yang signifikan di tubuh emiten perawatan pesawat tersebut.
Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Angkasa Pura tercatat menguasai sebanyak 82,10 miliar lembar saham GMFI. Kepemilikan tersebut setara dengan 68,61 persen hak suara, menjadikan operator bandara nasional ini sebagai pemegang saham pengendali baru di anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Proses kepemilikan saham dilakukan melalui perantara PT BNI Sekuritas.
Masuknya Angkasa Pura sebagai pemegang saham strategis dipandang memperkuat posisi GMFI dalam ekosistem industri aviasi nasional. Sinergi antara pengelola bandara dan penyedia jasa perawatan pesawat membuka ruang integrasi operasional yang lebih dalam, terutama dalam mendukung kebutuhan maintenance, repair, and overhaul (MRO) di dalam negeri.
Di pasar modal, saham GMFI menunjukkan kembali minat investor, terutama sejak mengemukanya rencana aksi korporasi penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Aksi tersebut dipersepsikan sebagai bagian dari upaya penguatan struktur permodalan sekaligus membuka ruang perbaikan kinerja jangka menengah.
Secara keseluruhan, perubahan struktur kepemilikan ini menempatkan GMFI pada fase baru pengembangan bisnis. Dukungan pemegang saham strategis dengan aset dan jaringan operasional yang kuat dinilai berpotensi meningkatkan daya saing GMFI dalam industri perawatan pesawat yang semakin kompetitif, baik di pasar domestik maupun regional.
Pada periode tersebut, saham GMFI sempat mencatat lonjakan tajam dengan kenaikan sekitar 37,5 persen dalam waktu sepekan hingga menyentuh level Rp88 per lembar. Dalam rentang waktu satu bulan, penguatan harga saham bahkan mencapai sekitar 44,26 persen, mencerminkan meningkatnya minat pasar terhadap prospek perseroan.
Secara akumulatif, pergerakan saham GMFI menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Hingga akhir periode pelaporan, harga saham tercatat naik sekitar 50,56 poin atau setara 160,81 persen, berada di level Rp82 per lembar dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp10,46 triliun. Kinerja ini menempatkan GMFI sebagai salah satu emiten sektor aviasi yang mencatat apresiasi signifikan.
Sebagai gambaran, saham GMFI sempat menyentuh level tertinggi di Rp105 per lembar, setelah sebelumnya berada dalam tekanan dan diperdagangkan di bawah level Rp50 dalam periode yang cukup panjang. Perubahan tren harga tersebut mencerminkan pergeseran persepsi pasar terhadap fundamental dan arah strategis perusahaan.
Masuknya Angkasa Pura Indonesia sebagai investor strategis dipandang menjadi katalis penting bagi prospek GMFI ke depan. Dukungan pemegang saham baru diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas operasional perseroan di segmen pemeliharaan pesawat terbang.
Dalam transaksi tersebut, Angkasa Pura melakukan penyetoran modal non-tunai berupa lahan berstatus hak guna bangunan di atas hak pengelolaan dengan luas sekitar 972.123 meter persegi. Aset tersebut berlokasi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan dinilai strategis untuk mendukung pengembangan fasilitas perawatan pesawat.
Manajemen GMFI menyatakan optimisme terhadap perbaikan kinerja perseroan ke depan. Dengan dukungan pemegang saham strategis dan basis aset yang lebih kuat, GMFI diharapkan mampu meningkatkan performa operasional sekaligus memperbaiki kondisi keuangan secara berkelanjutan.


