Saham

PGAS Diminta Fokus Hilir Gas oleh Danantara, Analis Soroti Risiko Kehilangan Momentum Laba

PT Perusahaan Gas Negara Tbk diminta berfokus pada bisnis midstream dan downstream gas bumi seiring arahan BPI Danantara. Analis menilai langkah ini berisiko menghilangkan momentum laba dari sektor hulu, meski rekomendasi saham PGAS tetap buy on weakness.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
PGAS fokus bisnis hilir gas bumi sesuai arahan Danantara

Kinerja Pertagas 2025 dan target capex serta volume gas pada 2026 (Foto:PGAS)

Emitenhub.com - Arah bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) bakal mengalami pergeseran strategis seiring arahan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang menempatkan penguatan sektor midstream dan downstream sebagai fokus utama perseroan.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa PGAS telah diminta untuk tidak lagi menjalankan kegiatan usaha di sektor hulu gas bumi.

Ke depan, Danantara mengharapkan PGAS bertransformasi menjadi perusahaan yang menguasai rantai distribusi gas bumi, termasuk penyaluran langsung hingga ke rumah tangga masyarakat.

Distribusi migas masih menjadi penopang utama kinerja pendapatan PGAS. Hingga akhir kuartal III-2025, pendapatan konsolidasi perseroan tercatat mencapai US$ 2,92 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen niaga dan transmisi gas sebesar US$ 2,73 miliar.

Di sisi lain, PGAS juga membukukan pendapatan dari kegiatan eksplorasi dan produksi migas di sektor hulu sebesar US$ 219,46 juta, serta pendapatan operasi lainnya yang mencapai US$ 254,09 juta.

Sekretaris Perusahaan PGAS, Fajriyah Usman, menyampaikan bahwa pelaksanaan arah bisnis perseroan akan mengikuti kebijakan serta persetujuan PT Pertamina (Persero) sebagai induk usaha.

PGAS tetap mencermati dinamika kebijakan pemerintah dan para pemangku kepentingan, termasuk arahan dari Danantara, di tengah pembahasan transformasi bisnis yang sedang berlangsung.

Saat ini, perseroan masih aktif melakukan diskusi dan koordinasi lanjutan untuk menindaklanjuti arah transformasi tersebut, seiring upaya menyelaraskan strategi usaha dengan kebijakan pemegang saham dan regulator.

Sekretaris Perusahaan PGAS, Fajriyah Usman, menyatakan bahwa setiap keputusan strategis akan melalui kajian menyeluruh dari sisi bisnis, operasional, serta tata kelola perusahaan.

Chief Executive Officer Edvisor Provina Visindo, Praska Putrantyo, menilai bahwa jika PGAS keluar dari bisnis hulu migas, perseroan dapat kehilangan momentum peningkatan laba pada fase kenaikan harga komoditas migas.

Ia juga menyoroti adanya risiko tekanan terhadap kinerja keuangan dalam jangka pendek sebagai konsekuensi dari langkah divestasi di sektor hulu tersebut.

Atas dasar itu, Praska merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham PGAS dengan target harga Rp 2.200 per saham.

Iklan