Saham

IHSG Berpeluang Tembus Rekor Tertinggi Lagi, Ini 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG diproyeksikan kembali menembus rekor tertinggi pada perdagangan Jumat, didukung sinyal teknikal yang positif dan sektor industrial yang menguat. Rupiah masih melemah terhadap dolar AS, sementara investor menanti rilis data cadangan devisa. Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang berpotensi mencatat cuan, yakni BBRI, SSIA, ULTJ, MYOR, dan ERAA.

2 menit membaca Sumber: Investor.id
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Pergerakan IHSG dan rekomendasi lima saham pilihan analis di pasar saham Indonesia

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan melemah di tengah volatilitas pasar

Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Jumat (5/12/2025). IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang resistance 8.670, pivot 8.600, dan support 8.550.

Phintraco Sekuritas menilai peluang cuan hari ini terdapat pada lima saham, termasuk BBRI.
Menurut riset mereka, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat dan kembali mencetak rekor penutupan di level 8.640,20 atau naik 0,33%. Sektor industrial menjadi penopang utama penguatan, sementara sektor barang baku mencatat koreksi terdalam.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa stochastic RSI menguat di area pivot, sementara histogram MACD tetap berada di zona positif. “Dengan demikian, IHSG hari ini diperkirakan dapat menembus rekor tertinggi dan kembali menguji level resistance di 8.650–8.670,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat (5/12/2025).

Di sisi lain, rupiah ditutup melemah ke level Rp16.653 per dolar AS pada Kamis (4/12), seiring tren penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang Asia. Investor juga akan mencermati rilis data cadangan devisa November 2025 yang dijadwalkan hari ini.

Phintraco Sekuritas menyampaikan bahwa revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi payung hukum baru yang memperbarui fondasi pengaturan, pengawasan, dan tata kelola sektor keuangan Indonesia. Regulasi ini juga mengatur penataan kembali kewenangan Bank Indonesia (BI), OJK, dan LPS.

Arah Kebijakan BI

Untuk pertama kalinya, menurut Phintraco Sekuritas, BI tidak hanya berfokus pada stabilitas rupiah dan sistem pembayaran, tetapi juga diarahkan secara eksplisit untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja.

“Perubahan mandat ini mendorong BI untuk lebih aktif masuk ke sektor riil, sekaligus memastikan kebijakan moneter tetap mampu meredam gejolak eksternal,” papar Phintraco Sekuritas.

OJK menegaskan bahwa P2SK akan mengubah lanskap industri keuangan, khususnya perbankan dan pasar modal. Regulasi ini juga memperluas kewenangan OJK dalam pengaturan aset kripto, tokenisasi, hingga real-world asset, serta memperkuat posisi LPS dalam proses resolusi lembaga keuangan.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai memiliki peluang cuan hari ini, yaitu BBRI, SSIA, ULTJ, MYOR, dan ERAA.

Iklan