Laba MLPT Turun 9% di 2025, Laba Usaha Justru Naik Tajam
Multipolar Technology (MLPT) mencatat penurunan laba bersih 8,78% pada 2025 meski pendapatan dan laba kotor meningkat. Kenaikan laba usaha menunjukkan perbaikan efisiensi operasional di tengah tekanan non-operasional.
Kinerja laba dan laporan keuangan MLPT 2025 (Foto:MLPT)
Emitenhub.com - PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) membukukan laba bersih sebesar Rp336,49 miliar per 31 Desember 2025. Capaian tersebut turun 8,78 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang tercatat Rp368,88 miliar, sehingga laba per saham dasar menyusut menjadi Rp179 dari sebelumnya Rp197.
Di sisi pendapatan, penjualan bersih dan pendapatan jasa tercatat sebesar Rp3,83 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp3,72 triliun. Beban pokok penjualan dan jasa naik menjadi Rp3,20 triliun dari Rp3,15 triliun, sementara laba kotor tercatat sebesar Rp635,02 miliar, meningkat dari Rp576,25 miliar pada tahun sebelumnya.
Struktur biaya PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menunjukkan perbaikan pada sejumlah pos. Beban penjualan turun menjadi Rp92,86 miliar dari Rp94,06 miliar, sementara beban umum dan administrasi menyusut ke Rp153,99 miliar dari Rp170,79 miliar. Di sisi lain, penghasilan lain-lain melonjak menjadi Rp40,73 miliar dari Rp20,51 miliar, meski beban lain-lain meningkat menjadi Rp414 juta dari Rp121 juta, sehingga laba usaha naik menjadi Rp428,48 miliar dari Rp331,78 miliar.
Pada pos keuangan, pendapatan bunga tercatat Rp17,81 miliar, turun dari Rp20,45 miliar. Beban bunga dan keuangan berkurang menjadi Rp27,46 miliar dari Rp38,80 miliar, sementara keuntungan penjualan properti investasi tidak tercatat, berbeda dengan tahun sebelumnya sebesar Rp131,01 miliar. Kondisi tersebut membuat laba sebelum beban pajak penghasilan tercatat Rp418,83 miliar, terkoreksi dari Rp444,44 miliar.
Laba tahun berjalan perseroan mencapai Rp336,09 miliar, turun dari Rp368,85 miliar pada tahun sebelumnya. Di sisi neraca, ekuitas meningkat menjadi Rp761,18 miliar dari Rp675,38 miliar, sementara total liabilitas naik menjadi Rp2,98 triliun dari Rp2,63 triliun. Total aset tercatat Rp3,74 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp3,30 triliun.


