DGNS Siap Private Placement 125 Juta Saham, Perkuat Modal dan Ekspansi Usaha
Diagnos Laboratorium (DGNS) berencana menerbitkan hingga 125 juta saham baru melalui skema private placement atau maksimal 10 persen dari saham beredar. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi usaha, termasuk penambahan outlet dan penyertaan saham.
DGNS rencana private placement dan penguatan struktur modal (Foto:Istemewa)
Emitenhub.com - PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) menawarkan private placement sebanyak 125 juta saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham. Penerbitan saham tersebut setara dengan maksimal 10 persen dari jumlah seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Aksi korporasi ini diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan fleksibilitas keuangan. Seiring pertumbuhan kegiatan usaha, perseroan memandang kebutuhan akan struktur modal yang lebih kuat dan sehat guna menjaga stabilitas keuangan.
Selain itu, penerbitan saham baru ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pendanaan serta memperbaiki rasio keuangan yang relevan. Penguatan permodalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tahan perseroan terhadap dinamika industri dan mendukung strategi pertumbuhan berkelanjutan.
Melalui aksi tersebut, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) menargetkan penguatan fondasi keuangan sekaligus memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai. Langkah ini diposisikan untuk menopang pertumbuhan usaha serta mendorong peningkatan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Seluruh dana hasil private placement, setelah dikurangi biaya terkait, akan dialokasikan untuk pengembangan usaha. Penggunaan dana mencakup kebutuhan modal kerja, penambahan outlet, pembelian saham dan/atau aset, serta penyertaan saham pada satu atau lebih perusahaan yang relevan dengan kegiatan usaha grup.
Pelaksanaan private placement direncanakan dalam jangka waktu maksimal dua tahun setelah memperoleh persetujuan pemegang saham. Perseroan akan meminta persetujuan tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dijadwalkan pada 6 April 2026, dengan pemegang saham yang berhak hadir tercatat pada Kamis, 12 Maret 2026.


