Saham

POWR Makin Solid: Laba USD 72 Juta, Naik Investment Grade, Dividen Tinggi & Ekspansi Energi Bersih

PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) mencatat laba bersih solid sepanjang 2025 dan resmi naik kelas menjadi emiten berperingkat investment grade. Kinerja keuangan yang kuat, struktur neraca sehat, serta konsistensi dividen menopang persepsi positif pasar. Di sisi lain, ekspansi energi bersih dan data center memperkuat arah pertumbuhan jangka menengah perseroan.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja keuangan POWR 2025 naik investment grade dan ekspansi energi bersih

Jadwal dividen POWR 2026 dengan nilai Rp49 per saham dan cum date 20 Mei 2026 (Foto:TOWR)

Emitenhub.com - Kinerja keuangan PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) pada tahun buku 2025 ditutup dengan laba bersih USD 72,1 juta. Pendapatan neto perseroan tercatat USD 553,5 juta, dengan beban operasional sebesar USD 448,0 juta, sehingga menghasilkan laba usaha USD 105,5 juta.

Struktur neraca POWR menunjukkan posisi yang relatif kuat. Total aset mencapai USD 1.191,5 juta, sementara ekuitas tercatat USD 715,0 juta dan kewajiban berada di level USD 476,5 juta.

Capaian tersebut mengantarkan POWR meraih status investment grade untuk pertama kalinya. S&P menaikkan peringkat kredit perseroan menjadi BBB- dengan outlook stabil pada 21 Februari 2025, kemudian diikuti Moody’s yang mengerek peringkat POWR ke Baa3 dengan outlook stabil pada 20 Maret 2025.

Di sisi pendanaan, POWR menuntaskan pembiayaan kembali surat utang melalui penerbitan Senior Notes senilai USD 350 juta. Obligasi bertenor hingga 2035 ini menawarkan kupon tetap 5,65% per tahun dan mencatat kelebihan permintaan hingga 3,4 kali.

Dana hasil penerbitan surat utang tersebut dikombinasikan dengan kas internal perseroan. Seluruh dana dialokasikan untuk melunasi sisa pokok Senior Notes 2026 senilai USD 500 juta yang jatuh tempo pada 11 April 2025.

Di sisi pemegang saham, manajemen POWR kembali menegaskan komitmen pembagian dividen secara berkelanjutan. Sejak mencatatkan saham di bursa, perseroan konsisten mencatatkan rata-rata imbal hasil dividen sebesar 9,1%, dengan dividen interim tahun buku 2025 sebesar USD 23 juta yang telah dibagikan pada akhir tahun lalu.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan untuk tahun buku 2025. Selain dividen interim USD 23 juta yang sudah direalisasikan, manajemen menyampaikan rencana pengumuman dividen final yang akan diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada kuartal kedua 2026.

“Manajemen berkomitmen untuk mendistribusikan dividen secara reguler, baik interim maupun final, dengan tetap mempertimbangkan arus kas perusahaan,” tulis manajemen PT Cikarang Listrindo Tbk dalam pernyataan resmi.

Dari sisi valuasi, materi perseroan menyoroti perbandingan antara nilai perusahaan dan aset yang dimiliki. Enterprise Value POWR tercatat sekitar USD 0,8 miliar, berada di bawah estimasi nilai penggantian aset yang disebut mencapai USD 1,2 miliar.

Kinerja operasional menunjukkan tingkat utilisasi yang tetap terjaga. Sepanjang tahun lalu, volume penjualan listrik mencapai 4.150 GWh dengan faktor ketersediaan pembangkit di level 96%. Segmen pelanggan kawasan industri masih menjadi kontributor utama, terutama dari sektor otomotif dan elektronik yang menyumbang sekitar 90% total penjualan.

Perseroan juga mencatat peningkatan kontribusi dari segmen pusat data. Hingga akhir Desember 2025, kapasitas daya tersambung pelanggan data center mencapai 227 MVA, melampaui target akhir tahun yang dipatok sebesar 225 MVA.

Di sisi pengembangan usaha, proyek penambahan pembangkit listrik tenaga gas berkapasitas 50 MW telah mencapai progres 93,7% sepanjang 2025. Fasilitas ini dijadwalkan mulai beroperasi pada paruh pertama 2026, dengan pasokan gas yang telah diamankan melalui perjanjian baru bersama Pertamina EP dari sumur Akasia Bagus.

Arah transisi menuju energi bersih mulai tercermin pada realisasi produksi perseroan. Sepanjang 2025, POWR mencatatkan produksi energi terbarukan sebesar 251,5 GWh, seiring perluasan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya atap menjadi 45,7 MWp.

Untuk memusatkan pengelolaan lini usaha hijau, perseroan membentuk entitas anak PT Energi Baik Alami. Perusahaan ini didirikan khusus untuk menangani operasional energi terbarukan di lingkungan POWR.

Komitmen lingkungan tersebut turut ditopang oleh capaian netralitas karbon yang telah diraih sejak 2023. Dalam perencanaan ke depan, POWR menargetkan kapasitas pembangkitan terpasang mencapai 1.194 MW pada 2026, termasuk kontribusi 70 MW dari co-firing biomassa serta tambahan 70 MWp dari pembangkit listrik tenaga surya.

Iklan