Kinerja PMMP Ambruk di 2025: Rugi USD 15 Juta, Penjualan Anjlok & Defisiensi Modal Membengkak
Panca Mitra (PMMP) menutup 2025 dengan rugi bersih signifikan seiring anjloknya penjualan dan berbaliknya kinerja operasional. Tekanan juga tercermin pada defisiensi modal yang terus membengkak serta penyusutan aset. Kondisi ini menjadi sorotan pelaku pasar terhadap keberlanjutan struktur keuangan perseroan.
Kinerja keuangan PMMP 2025 rugi dan defisiensi modal meningkat
Emitenhub.com - Panca Mitra (PMMP) menutup tahun buku 2025 dengan rugi bersih USD 15,1 juta, berbalik tajam dari laba bersih USD 1,66 juta pada akhir 2024. Kondisi tersebut membuat rugi per saham dasar meningkat menjadi USD 0,0058, dibandingkan laba per saham USD 0,0006 pada periode sebelumnya.
Dari sisi pendapatan, penjualan bersih tercatat USD 7,09 juta, turun 97,8% dari USD 49,61 juta pada akhir 2024. Beban pokok penjualan berada di level USD 7,4 juta, lebih rendah dibandingkan USD 41,13 juta tahun sebelumnya, sehingga perseroan membukukan rugi kotor USD 301,37 ribu, berbalik dari laba kotor USD 8,47 juta.
Tekanan kinerja juga tercermin pada laba usaha. Beban penjualan tercatat USD 174,34 ribu, turun dari USD 1,49 juta, sementara beban umum dan administrasi menyusut menjadi USD 631,84 ribu dari USD 1,52 juta. Secara keseluruhan, total beban usaha mencapai USD 806,19 ribu, lebih rendah dari USD 3,01 juta, namun perseroan tetap mencatat rugi operasi USD 1,1 juta, berbanding terbalik dengan laba operasi USD 5,46 juta pada tahun sebelumnya.
Pendapatan bunga tercatat USD 16,97 ribu, menurun dari USD 23,71 ribu. Di sisi lain, perseroan membukukan laba selisih kurs USD 1,85 juta, berbalik dari rugi selisih kurs USD 434,17 ribu pada periode sebelumnya. Beban bunga tercatat USD 389,75 ribu, turun signifikan dari USD 3,33 juta. Pos lain-lain melonjak menjadi USD 15,47 juta dari USD 42,62 ribu, sementara beban lain-lain meningkat menjadi USD 13,99 juta dari USD 3,79 juta.
Tekanan keuangan tercermin pada posisi ekuitas dan neraca. Total defisiensi modal membengkak menjadi USD 51,5 juta, dibandingkan USD 36,4 juta pada akhir 2024, dengan defisit tercatat USD 94,33 juta dari sebelumnya USD 79,22 juta. Jumlah liabilitas mencapai USD 259,81 juta, naik dari USD 257,13 juta, sementara total aset menyusut menjadi USD 208,3 juta dari USD 220,73 juta.


