Laba DCI Indonesia (DCII) Tembus Rp1 Triliun di 2025, Pendapatan Melonjak 40%
PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatat laba bersih Rp1 triliun sepanjang 2025, tumbuh 25,67 persen dibanding tahun sebelumnya Rp796,47 miliar. Kinerja tersebut ditopang lonjakan pendapatan 40,33 persen menjadi Rp2,54 triliun, sementara total aset perusahaan meningkat menjadi Rp6,64 triliun hingga akhir tahun.
Kinerja keuangan DCI Indonesia DCII tahun 2025 (Foto:DCII)
Emitenhub.com -Lonjakan kinerja keuangan menandai perjalanan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sepanjang 2025. Hingga 31 Desember 2025, emiten pusat data milik Toto Sugiri itu membukukan laba bersih Rp1 triliun, meningkat 25,67 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp796,47 miliar. Laba per saham dasar tercatat Rp420 dari sebelumnya Rp334.
Pendapatan perusahaan mencapai Rp2,54 triliun, tumbuh 40,33 persen dibandingkan Rp1,81 triliun pada tahun sebelumnya. Beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp1,16 triliun dari Rp755,4 miliar. Laba kotor tercatat Rp1,37 triliun, lebih tinggi dari posisi akhir tahun sebelumnya Rp1,05 triliun.
Beban pemasaran tercatat Rp5,29 miliar, sedikit menurun dari Rp5,45 miliar. Beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp125,66 miliar dari Rp79,37 miliar. Pendapatan operasi lain melonjak menjadi Rp23,91 miliar dari Rp3,98 miliar, sementara beban operasi lain turun menjadi Rp1,31 miliar dari Rp1,38 miliar. Laba usaha tercatat Rp1,26 triliun, naik dari Rp974,81 miliar.
Pendapatan keuangan tercatat Rp6,91 miliar, turun dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,72 miliar. Perseroan juga membukukan keuntungan dari selisih antara harga transaksi dan nilai wajar yang harus ditangguhkan pada aset keuangan sebesar Rp1,23 miliar dari sebelumnya nihil. Beban keuangan meningkat menjadi Rp89,5 miliar dari Rp79,79 miliar. Laba sebelum pajak tercatat Rp1,18 triliun, naik dari Rp903,74 miliar.
Total ekuitas perusahaan mencapai Rp4 triliun hingga akhir 2025, meningkat dari posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp3 triliun. Jumlah liabilitas tercatat Rp2,64 triliun dari sebelumnya Rp1,81 triliun, sementara total aset meningkat menjadi Rp6,64 triliun dibanding Rp4,82 triliun pada akhir 2024.


