Laba BUVA Melonjak 1.073% Jadi Rp99,19 Miliar, Bukit Uluwatu Balik Kencang
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) membukukan laba bersih Rp99,19 miliar sepanjang 2025, melonjak 1.073% dibanding tahun sebelumnya. Kinerja ini ditopang perbaikan kontribusi entitas asosiasi, kenaikan pendapatan, dan penurunan beban keuangan.
Kinerja keuangan Bukit Uluwatu Villa BUVA 2025 laba bersih naik tajam (Foto:BUVA)
Emitenhub.com - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) membukukan laba bersih Rp99,19 miliar sepanjang 2025. Capaian ini melonjak 1.073% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,45 miliar. Laba per saham dasar turut meningkat menjadi Rp4,03 dari sebelumnya Rp0,41.
Pendapatan Perseroan tercatat Rp375,58 miliar, naik tipis dari Rp355,25 miliar pada akhir 2024. Beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp112,55 miliar dari Rp104,47 miliar, sehingga laba kotor naik menjadi Rp263,02 miliar dari sebelumnya Rp250,78 miliar.
Beban penjualan tercatat Rp23,87 miliar, naik dari Rp22,08 miliar. Beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp127,42 miliar dari Rp113,05 miliar. Beban operasional, pembangunan, pemeliharaan, dan energi tercatat Rp25,93 miliar dari Rp25,82 miliar, sedangkan beban manajemen dan lisensi naik menjadi Rp19,24 miliar dari Rp18,29 miliar.
Penurunan nilai aset dalam pembangunan tercatat Rp4,12 miliar, turun dari Rp17,74 miliar. Pendapatan operasi lain sebesar Rp2,52 miliar, menyusut dari Rp15,26 miliar. Beban operasional lain tercatat Rp3,32 miliar, meningkat dari Rp1,99 miliar. Laba usaha tercatat Rp61,61 miliar dari sebelumnya Rp67,04 miliar, sementara bagian laba bersih dari entitas asosiasi mencapai Rp79,41 miliar setelah sebelumnya mencatat rugi Rp9,91 miliar.
Pendapatan keuangan tercatat Rp2,75 miliar, meningkat dari Rp1,23 miliar. Rugi selisih kurs sebesar Rp674,25 juta, menyusut dari Rp1,46 miliar. Beban keuangan tercatat Rp40,05 miliar, turun dari Rp46,44 miliar. Laba tahun berjalan mencapai Rp99,75 miliar, meningkat tajam dari Rp9,73 miliar pada periode sebelumnya.
Total ekuitas Perseroan tercatat Rp2,05 triliun, naik dari Rp1,35 triliun pada akhir 2024. Defisit berkurang menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,34 triliun. Total liabilitas turun menjadi Rp556,12 miliar dari Rp766,59 miliar, sementara total aset meningkat menjadi Rp2,6 triliun dari Rp2,11 triliun.


