Saham

IPO WBSA Rp302 Miliar, 72% Dana Langsung untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi

PT BSA Logistics Tbk (WBSA) menargetkan penghimpunan dana Rp302 miliar melalui IPO di BEI dengan harga penawaran Rp168 per saham. Sebagian besar dana hasil penawaran umum itu akan dipakai untuk mengakuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL), entitas terafiliasi yang dinilai dapat memperluas eksposur usaha ke sektor pertambangan, komoditas hulu, dan wilayah operasional di luar Jawa. Sisa dana akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan layanan logistik multimoda.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
IPO WBSA senilai Rp302 miliar dengan mayoritas dana digunakan untuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik

IPO WBSA senilai Rp302 miliar dengan mayoritas dana digunakan untuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik

Emitenhub.com - PT BSA Logistics Tbk (WBSA) membidik penghimpunan dana sebesar Rp302 miliar melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Porsi terbesar dari dana tersebut telah diarahkan untuk akuisisi entitas yang masih berada dalam kendali pemegang saham pengendali.

Mengacu pada prospektus yang dikutip Jumat (3/4/2026), perseroan menetapkan harga IPO di level Rp168 per saham. Nilai itu berada di kisaran atas rentang penawaran awal atau book building sebesar Rp150 hingga Rp170 per saham.

Setelah dikurangi biaya emisi, dana hasil IPO akan dialokasikan sebesar Rp215 miliar untuk mengakuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL). Nilai tersebut setara sekitar 72 persen dari total dana IPO.

Rencana itu mencakup pengambilalihan 191.250 saham atau 99,99 persen kepemilikan di BIL. Saat ini, seluruh saham BIL masih dimiliki oleh PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).

BIL tercatat memiliki penyertaan modal pada PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), entitas yang menjalankan usaha di bidang pengangkutan, pergudangan, serta aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya.

Kesepakatan akuisisi antara WBSA dan BNL selaku pihak penjual telah dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada 24 November 2025. Berdasarkan skema tersebut, penyelesaian transaksi dilakukan paling lambat enam bulan sejak seluruh persyaratan dalam perjanjian pendahuluan terpenuhi.

Sebelum rencana pengambilalihan ini, WBSA belum memiliki kepemilikan saham di BIL. Di sisi lain, BNL selaku pemegang saham BIL diketahui dimiliki oleh Andree melalui Liberty Holdings Global Limited dan Edwin Wibowo lewat Bountiful Investors Limited.

Adapun pengendali WBSA adalah Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd (TBK). Entitas ini memiliki Ultimate Beneficiary Owner yang sama, yakni Andree dan Edwin Wibowo, yang secara bersama-sama mengendalikan perseroan.

TBK juga memiliki pemegang saham lain, termasuk Anderson Investment Pte Ltd dengan porsi 5,82 persen. Entitas tersebut terafiliasi dengan Temasek Holdings Pte Ltd, sovereign wealth fund asal Singapura.

Sejumlah pemegang saham lain juga tercatat masuk dalam struktur kepemilikan TBK, yakni Bali I Limited, Internet Fund VII Pte Ltd, Jungle Ventures III Investment Holding Pte, Moluccas II Ltd, dan Watimena LP dengan total kepemilikan 41,36 persen. Manajemen menegaskan seluruh pemegang saham tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Andree dan Edwin Wibowo.

Menurut manajemen WBSA, akuisisi BIL ditujukan untuk memperluas jangkauan usaha ke sektor industri, khususnya pertambangan dan komoditas di area hulu. Langkah ini juga diarahkan untuk memperluas wilayah operasional perseroan ke luar Pulau Jawa.

Melalui akuisisi BIL, WBSA menilai komposisi pendapatannya akan menjadi lebih terdiversifikasi di sejumlah kelompok industri. Integrasi ini juga disebut membuat biaya angkut lebih efisien, konsisten, dan terhubung, sehingga perseroan dapat menghadirkan layanan terpadu bagi pelanggan.

Di luar kebutuhan akuisisi, sisa dana hasil IPO akan dialokasikan untuk modal kerja. Penggunaannya mencakup pendanaan operasional rutin, pengelolaan kebutuhan arus kas jangka pendek, serta pengembangan jaringan layanan logistik multimoda.

Iklan