TPIA Catat EBITDA Tertinggi Sepanjang Sejarah USD421 Juta di Q1 2026! Laba Bersih USD205 Juta, Likuiditas Kokoh USD3,8 Miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat EBITDA tertinggi sepanjang sejarah senilai USD421 juta pada kuartal I 2026. Laba bersih perseroan mencapai USD205 juta, didorong integrasi sukses aset Shell Singapore dan ritel ExxonMobil serta optimalisasi crack spread. Likuiditas tetap solid di USD3,8 miliar sementara perseroan menyelesaikan ekspansi fasilitas Butene-1 dan MTBE di Cilegon.
TPIA EBITDA rekor USD421 juta Q1 2026 laba bersih USD205 juta Chandra Asri Pacific (Foto:TPIA)
Emitenhub.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat EBITDA tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada kuartal pertama 2026. Perseroan membukukan EBITDA sebesar USD421 juta di periode tersebut.
Manajemen menyebut capaian tersebut didorong keberhasilan integrasi aset Shell Singapore dan ritel ExxonMobil Singapore yang diselesaikan dalam satu tahun terakhir.
“Memperkuat basis pendapatan dan meningkatkan skala secara signifikan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Senin, 13 April 2026.
Sementara itu, laba bersih TPIA pada kuartal I 2026 tercatat USD205 juta. Kinerja ini didukung performa kilang yang kuat.
TPIA berhasil meningkatkan margin kilang di tengah volatilitas pasokan dan perubahan kondisi pasar di kawasan Timur Tengah.
Manajemen PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyatakan optimalisasi pemilihan crude slate dan penempatan produk berhasil memaksimalkan crack spread serta throughput sepanjang kuartal pertama 2026.
Capaian tersebut didukung keunggulan operasional pabrik dan strategi bahan baku perseroan. Strategi sourcing proaktif serta diversifikasi pasokan memberi fleksibilitas tinggi dalam penggunaan berbagai jenis bahan mentah.
“Pendekatan yang adaptif dan eksekusi solid ini memungkinkan Grup mengolah minyak mentah serta intermediate yang lebih menguntungkan di tengah pasar ketat,” tulis manajemen. Langkah tersebut sekaligus menjaga tingkat utilisasi dan yield produk tetap tinggi.
TPIA berhasil mempertahankan likuiditas solid sebesar USD3,8 miliar. Posisi keuangan ini mendukung ketahanan operasional perseroan sekaligus memberi fleksibilitas strategis yang kuat.
Di tengah industri petrokimia yang menantang, Grup tetap menjalankan operasional secara disiplin dan ketat mengendalikan biaya. Perseroan juga berhasil menyelesaikan investasi utama berupa ekspansi fasilitas Butene-1 dan MTBE di Cilegon.


