Saham

WSBP Catat Rugi Rp144,71 Miliar di Kuartal I 2026, Membengkak 65,55% YoY

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan rugi bersih Rp144,71 miliar pada kuartal I 2026, naik 65,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan usaha naik tipis 0,10% menjadi Rp395,10 miliar, tetapi laba kotor turun 35,95% akibat kenaikan beban pokok pendapatan. Perseroan menargetkan nilai kontrak baru Rp2,64 triliun sepanjang 2026.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
WSBP catat rugi bersih Rp144,71 miliar pada kuartal I 2026 (Foto WBSP)

WSBP catat rugi bersih Rp144,71 miliar pada kuartal I 2026 (Foto WBSP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatat rugi bersih periode berjalan sebesar Rp144,71 miliar pada kuartal I 2026. Rugi tersebut membengkak 65,55 persen dibandingkan Rp87,41 miliar pada kuartal I 2025.

Pendapatan usaha WSBP mencapai Rp395,10 miliar di kuartal I 2026. Angka ini naik tipis 0,10 persen dari Rp394,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontributor utama pendapatan berasal dari jasa konstruksi senilai Rp155,46 miliar. Produk precast menyumbang Rp142,86 miliar, sementara readymix dan quarry sebesar Rp96,77 miliar. Penjualan kepada pihak berelasi mendominasi dengan porsi 61,50 persen.

Beban pokok pendapatan naik 8,85 persen menjadi Rp345,71 miliar. Akibatnya, laba kotor perseroan menyusut 35,95 persen menjadi Rp49,39 miliar dari Rp77,11 miliar pada Maret 2025.

Peningkatan rugi bersih WSBP juga dipicu oleh kenaikan beban keuangan menjadi Rp77,34 miliar dari Rp67,62 miliar pada kuartal I 2025.

Di sisi lain, manajemen berhasil menekan beban operasional. Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp82,73 miliar dari Rp106,53 miliar. Beban penjualan juga berkurang menjadi Rp23,44 miliar dari Rp29,67 miliar.

Total aset WSBP per 31 Maret 2026 tercatat Rp2,95 triliun. Angka ini turun 3,59 persen dari Rp3,06 triliun pada akhir Desember 2025. Aset lancar mendominasi dengan nilai Rp860,87 miliar, sementara aset tidak lancar mencapai Rp2,08 triliun.

Liabilitas perseroan naik menjadi Rp5,06 triliun dari Rp5,02 triliun akhir tahun lalu. Kondisi ini menyebabkan WSBP masih mengalami defisiensi ekuitas sebesar Rp2,11 triliun.

Manajemen menetapkan target nilai kontrak baru sebesar Rp2,64 triliun sepanjang 2026. Perseroan juga membidik pendapatan usaha Rp2,08 triliun tahun ini. Efisiensi terus dilakukan dengan target pemangkasan beban umum dan administrasi hingga 10 persen dari rencana awal.

Iklan