Buyback Jumbo DEWA Rp 1,66 Triliun, Saham Melonjak & BRIDS Patok Fair Value Rp 580
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) merealisasikan buyback 372,09 juta saham senilai sekitar Rp 160 miliar dari total anggaran Rp 1,66 triliun, di tengah lonjakan harga saham yang sudah naik 390% secara year to date. BRIDS menilai meski valuasi PER dan PBV tergolong tinggi, potensi pertumbuhan laba dan target EBITDA Rp 1,7 triliun serta laba bersih Rp 490 miliar pada 2025 masih membuka ruang kenaikan, dengan estimasi fair value di kisaran Rp 580 per saham. Perseroan juga tengah menyiapkan laporan keuangan
Pergerakan harga saham DEWA di Bursa Efek Indonesia
Emitenhub - Emiten jasa pertambangan Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), melaporkan realisasi pembelian kembali (buyback) saham perseroan per 10 Desember 2025.
Direktur Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi, menyampaikan bahwa jumlah saham yang telah dibeli melalui program buyback hingga tanggal tersebut mencapai 372.093.023 saham dengan harga rata-rata Rp 430 per saham, sehingga total nilai transaksi sekitar Rp 160 miliar.
“Sisa biaya pembelian kembali Rp 790 miliar,” ujar Mukson Arif dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (12/12/2025).
Sebelumnya, Darma Henwa (DEWA) telah mengumumkan rencana buyback saham dengan anggaran maksimal Rp 1,66 triliun. Periode pembelian kembali ini dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2025 hingga 19 Februari 2026.
Pada perdagangan Kamis (11/12/2025), saham DEWA ditutup menguat 9,88% ke level Rp 545. Dalam tiga bulan terakhir, harga sahamnya sudah naik 150% dan melesat 390% sepanjang tahun berjalan.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) sebelumnya mengulas kinerja PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang mencatat hasil positif hingga 30 Juni 2025, dengan penjualan tumbuh 6,44% year-on-year (yoy).
“Dengan dukungan pendanaan yang kuat, target EBITDA Rp 1,7 triliun dan laba bersih Rp 490 miliar pada 2025, valuasi saham dinilai masih menarik. Potensi kenaikan didukung efisiensi berkelanjutan serta prospek pertumbuhan jangka panjang,” lanjut riset tersebut.
Saat riset disusun, BRIDS mencatat harga saham DEWA berada di level Rp 434, atau sudah naik 267% secara year to date (ytd).
DEWA, menurut BRIDS, diperdagangkan pada valuasi PER 101x dan PBV 3,61x, yang tergolong tinggi dibanding rata-rata industri (overvalued). Namun dengan proyeksi pertumbuhan laba yang kuat, valuasi tersebut dinilai masih memiliki ruang kenaikan. Berdasarkan skenario +1 standard deviation PER di level 135x, estimasi harga wajar (fair value) saham DEWA diproyeksikan sekitar Rp 580 per saham.
Darma Henwa sendiri akan menyampaikan laporan keuangan 9 bulan 2025 yang telah diaudit. Direktur DEWA, Mukson Arif Rosyidi, menjelaskan bahwa perseroan akan melakukan audit atas laporan keuangan konsolidasian untuk periode buku yang berakhir pada 30 September 2025. Audit tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan laporan keuangan auditan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025 serta keperluan lainnya.
“Sesuai ketentuan, laporan keuangan auditan tersebut akan kami sampaikan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2025,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi belum lama ini.


