Saham

BELI Siapkan Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru, Blibli Bawa Agenda Jumbo ke RUPSLB

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menyiapkan penerbitan saham baru hingga 9,5 miliar lembar melalui skema PMTHMETD. Rencana tersebut mencakup program MESOP dan penambahan modal di luar MESOP yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 4 Juni 2026.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
BELI atau Blibli menyiapkan penerbitan 9,5 miliar saham baru melalui PMTHMETD dan MESOP

BELI atau Blibli menyiapkan penerbitan 9,5 miliar saham baru melalui PMTHMETD dan MESOP (BELI)

Emitenhub.com - PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), emiten Grup Djarum pemilik platform e-commerce Blibli, menyiapkan aksi korporasi melalui penerbitan saham baru hingga 9,5 miliar lembar. Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 4 Juni 2026.

Dalam keterbukaan informasi pada Rabu, 13 Mei 2026, manajemen BELI menyampaikan salah satu agenda utama RUPSLB adalah persetujuan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Rencana PMTHMETD tersebut terbagi dalam dua skema. Skema pertama berupa program kepemilikan saham untuk manajemen dan karyawan atau MESOP, sementara skema kedua berupa penambahan modal selain program MESOP.

Untuk program MESOP, BELI berencana menerbitkan maksimal 4,5 miliar saham baru atau setara 3,28 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Adapun penambahan modal selain MESOP akan dilakukan melalui penerbitan maksimal 5 miliar saham baru atau setara 3,64 persen dari modal disetor.

Total saham baru yang berpotensi diterbitkan BELI mencapai 9,5 miliar lembar. Jumlah tersebut berasal dari kombinasi program MESOP dan penambahan modal di luar MESOP.

Manajemen menyatakan aksi korporasi ini akan dilaksanakan sesuai ketentuan POJK Nomor 14/2019 serta regulasi pasar modal yang berlaku.

Selain PMTHMETD, BELI juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk perubahan dan penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. Penyesuaian tersebut dilakukan agar selaras dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

RUPST BELI akan membahas sejumlah agenda tahunan, mulai dari persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, penunjukan akuntan publik, hingga pengangkatan kembali jajaran Direksi dan Dewan Komisaris.

Rapat dijadwalkan berlangsung secara hybrid pada Kamis, 4 Juni 2026. Lokasi fisik rapat berada di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, sedangkan partisipasi elektronik dilakukan melalui platform eASY.KSEI.

Iklan