JAST Gandeng Korea Perkuat Layanan Darurat 112, Saham Masih Tertekan Sepekan
PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) mendukung penguatan layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 melalui kerja sama Indonesia dan Korea Selatan. Di sisi lain, saham JAST masih tertekan dalam sepekan terakhir meski pendapatan kuartal I-2026 tumbuh 48,8 persen.
JAST mendukung penguatan layanan darurat 112 melalui kerja sama Indonesia dan Korea Selatan (Foto:JAST)
Emitenhub.com - PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) menjalin kerja sama yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan National Fire Agency Korea Selatan.
Kerja sama tersebut dilakukan untuk mendukung langkah pemerintah memperkuat layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112.
Berdasarkan keterbukaan informasi, kolaborasi JAST dibahas pada 13 Mei 2026. Bagi perseroan, langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mempercepat transformasi layanan kedaruratan nasional agar lebih terintegrasi, responsif, dan mudah diakses masyarakat.
Layanan 112 digunakan untuk menangani berbagai kondisi darurat, mulai dari kebakaran, kecelakaan, bencana alam, gangguan keamanan, hingga situasi medis dan penyelamatan lainnya.
Direktur Utama JAST, Yentoro, menyampaikan teknologi memiliki peran penting dalam membangun sistem layanan darurat yang efektif.
Yentoro menyebut penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam layanan darurat 112 sejalan dengan komitmen JAST mendukung pemerintah daerah. Fokusnya adalah menghadirkan layanan kedaruratan yang cepat, mudah diakses, dan terintegrasi.
Menurutnya, 112 bukan hanya nomor panggilan darurat. Layanan tersebut merupakan infrastruktur keselamatan publik yang membutuhkan sistem, koordinasi, sumber daya manusia, dan teknologi yang andal.
Sebagai penyedia contact center berbasis teknologi, JAST mengklaim telah mendukung implementasi layanan 112 di berbagai daerah di Indonesia. Dukungan tersebut mencakup sistem pelaporan, infrastruktur contact center, integrasi layanan, dan operasional untuk mempercepat respons kedaruratan.
Perseroan menilai penguatan layanan 112 membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pihak yang terlibat mencakup pemerintah daerah, pemadam kebakaran, BPBD, kepolisian, rumah sakit, Satpol PP, dinas sosial, hingga lembaga penyelamatan lainnya.
Kerja sama internasional dinilai dapat membantu meningkatkan standar layanan darurat 112. Kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat kapasitas operator dan kesiapan daerah dalam menangani laporan masyarakat secara lebih efektif.
Yentoro menyampaikan JAST siap menjadi bagian dari penguatan ekosistem layanan darurat 112 nasional. Dukungan perseroan mencakup pengalaman implementasi di daerah, penyediaan teknologi contact center, sistem pelaporan, integrasi command center, dan dukungan operasional bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan layanan darurat 112 sebagai fondasi keselamatan masyarakat Indonesia.
Ke depan, JAST akan mendukung perluasan pemanfaatan layanan darurat 112 di tingkat pusat maupun daerah.
Kinerja Saham JAST Masih Tertekan
Pergerakan saham JAST masih berada dalam tekanan sepanjang sepekan terakhir. Berdasarkan data perdagangan per 13 Mei 2026 pukul 16.40 WIB, saham JAST ditutup di level Rp95 atau melemah 3,06 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Dalam lima hari perdagangan, harga saham JAST bergerak turun dari kisaran Rp100 hingga menyentuh area Rp95. Pada perdagangan terbaru, saham sempat bergerak di rentang Rp93 hingga Rp99 dengan volume transaksi mencapai 3,59 juta saham.
Rata-rata volume harian saham JAST tercatat sebesar 11,31 juta saham. Tekanan terhadap saham muncul setelah perseroan melaporkan kinerja keuangan kuartal I-2026 yang masih mencatat rugi bersih sekitar Rp3,3 miliar.
Kondisi tersebut berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya, ketika perseroan masih membukukan laba. Meski begitu, pendapatan JAST tetap tumbuh pada kuartal pertama 2026.
Perseroan mencatat pendapatan Rp57,90 miliar pada kuartal I-2026, naik sekitar 48,8 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut ditopang ekspansi layanan digital serta pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


