Saham

PSAB Optimistis Kejar Target Penjualan Emas 86.000 Ons hingga Akhir 2025

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) optimistis mencapai target penjualan emas 86.000 ons hingga akhir 2025 seiring tren kenaikan harga emas global. Perseroan juga memperkuat struktur keuangan melalui pengurangan utang dan menyiapkan pengembangan tambang bawah tanah untuk pertumbuhan jangka panjang.

2 menit membaca
T
Oleh Tim Redaksi EmitenHub
Kinerja produksi dan penjualan emas PSAB didukung kenaikan harga emas global

Kinerja produksi dan penjualan emas PSAB didukung kenaikan harga emas global

Emitenhub - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menyatakan optimisme dalam mencapai target produksi dan penjualan emas hingga akhir 2025.

Penguatan harga emas global yang berlanjut menjadi katalis utama yang mendukung kinerja keuangan perseroan.

Direktur PSAB Sanjaya menyampaikan bahwa perseroan menargetkan penjualan emas sebesar 86.000 ons sepanjang tahun ini.

Dengan proyeksi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) di kisaran USD3.300 per ons, total nilai penjualan diperkirakan mencapai USD286 juta.

Sanjaya menyatakan perseroan optimistis target penjualan emas sebesar 86.000 ons hingga akhir 2025 dapat tercapai. Menurutnya, tren kenaikan harga emas yang masih berlanjut menjadi faktor pendukung utama kinerja PSAB, sebagaimana disampaikan dalam Public Expose 2025 di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Dari sisi operasional, PSAB saat ini mengandalkan Tambang Bakan di Sulawesi Utara yang dikelola oleh PT J Resources Bolaang Mongondow sebagai penopang utama produksi emas perseroan.

Untuk jangka panjang, fokus perseroan beralih pada pengembangan tambang bawah tanah (underground) di Tambang Penjom, Malaysia. Langkah ini dilakukan seiring potensi sumber daya emas yang dinilai masih signifikan di area tersebut.

Direktur PSAB Adi Maryono menjelaskan bahwa hasil studi menunjukkan adanya potensi emas yang besar di bawah lubang tambang terbuka yang saat ini beroperasi. Pemahaman geologi yang semakin baik terhadap sistem mineralisasi di Penjom membuka peluang keberlanjutan urat emas atau repeated sequences di bawah tambang terbuka, di mana studi awal pengembangan tambang bawah tanah telah dilakukan.

Selain ekspansi produksi, manajemen PSAB juga memperkuat struktur permodalan melalui strategi pengurangan utang secara bertahap. Salah satu pencapaiannya adalah pelunasan seluruh kewajiban Obligasi Rupiah pada 21 Oktober 2025 senilai USD32,52 juta.

Dengan pelunasan tersebut, PSAB berhasil memangkas beban utang secara signifikan, dengan estimasi total utang pada akhir 2025 sebesar USD248,86 juta. Angka ini mencerminkan penurunan utang sekitar USD73,46 juta dibandingkan posisi per Desember 2024.

Sanjaya menyatakan penguatan struktur keuangan tersebut diharapkan memberikan fleksibilitas yang lebih baik bagi perseroan dalam menjalankan strategi operasional serta pengembangan usaha ke depan.

Dengan demikian, Sanjaya menegaskan bahwa emas akan tetap menjadi instrumen investasi unggulan di tengah dinamika geopolitik global.

Ia menilai, dalam kondisi geopolitik yang masih bergejolak, emas tetap berperan sebagai aset lindung nilai. Tren harga emas yang menguat dipandang masih akan menopang kinerja PSAB pada tahun mendatang.

Iklan