Saham MDKA 2026: Target Harga Analis, Katalis Tambang Pani & HPAL
PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) diproyeksikan kembali mencatatkan laba bersih pada 2026 seiring normalisasi operasional dan kontribusi proyek strategis. Sejumlah analis mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga yang mencerminkan potensi kenaikan signifikan.
Prospek saham Merdeka Copper Gold MDKA menuju fase laba 2026
Emitenhub.com - Perbaikan kinerja keuangan pada kuartal III/2025 dinilai menjadi pijakan awal bagi PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) untuk kembali mencatatkan laba bersih pada 2026. Kondisi ini mencerminkan arah pemulihan yang lebih solid setelah periode tekanan kinerja sebelumnya.
Prospek emiten pertambangan yang terafiliasi dengan Garibaldi ‘Boy’ Thohir tersebut dipandang semakin konstruktif memasuki tahun depan. Optimisme ini didorong oleh optimalisasi kontribusi sejumlah proyek strategis yang mulai menunjukkan dampak positif terhadap kinerja operasional.
Pandangan Analis terhadap Prospek 2026
Dalam riset terbarunya, Phintraco Sekuritas menilai penyempitan rugi MDKA pada triwulan III/2025 mencerminkan keberhasilan manajemen dalam menata ulang struktur biaya. Langkah tersebut turut meningkatkan kualitas laba operasional perusahaan.
Phintraco Sekuritas juga menyoroti kontribusi bisnis emas bermargin tinggi serta efisiensi di segmen nikel sebagai faktor utama peningkatan EBITDA. Kinerja ini dinilai penting menjelang fase transisi produksi (ramp-up) proyek strategis pada 2026, khususnya Tambang Emas Pani dan fasilitas high pressure acid leach (HPAL).
Dalam catatan Bisnis, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) mencatatkan perbaikan kinerja hingga kuartal III/2025, ditandai dengan penyempitan rugi bersih seiring langkah efisiensi biaya dan optimalisasi kinerja operasional.
Berdasarkan laporan keuangan, MDKA membukukan rugi bersih sebesar US$34,75 juta pada kuartal III/2025. Angka ini membaik 48,14% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan rugi US$67,02 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan kinerja tersebut terjadi meskipun pendapatan perseroan turun 22,82% YoY menjadi US$1,29 miliar, dari US$1,67 miliar pada kuartal III/2024. Penurunan pendapatan ini tidak menghalangi perbaikan profitabilitas secara keseluruhan.
Di sisi lain, MDKA berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 27,65% YoY menjadi US$1,12 miliar. Efisiensi tersebut mendorong laba kotor melonjak 40,54% secara tahunan hingga mencapai US$166,05 juta.
Pada periode yang sama, MDKA mencatatkan EBITDA sebesar US$295 juta atau tumbuh 33% secara tahunan (year-on-year/YoY). Presiden Direktur MDKA Albert Saputro menyampaikan bahwa pertumbuhan EBITDA ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata emas, peningkatan margin emas hingga 59%, serta implementasi efisiensi biaya di seluruh rantai nilai nikel.
“Kinerja sembilan bulan pertama 2025 mencerminkan kekuatan portofolio Merdeka yang terdiversifikasi serta fokus berkelanjutan kami pada profitabilitas dan kualitas eksekusi,” ujar Albert dalam siaran pers, Kamis (18/12/2025).
Sejalan dengan capaian tersebut, analis Panin Sekuritas Andhika Audrey menilai MDKA menunjukkan perbaikan kualitas laba meskipun volume produksi masih berada dalam tekanan.
“Kinerja keuangan MDKA pada kuartal III/2025 tercatat membaik secara kuartalan, dengan penurunan rugi bersih serta pelebaran margin EBITDA yang mencerminkan perbaikan kualitas laba dari portofolio bisnis perseroan,” tulisnya dalam riset Panin Sekuritas, Jumat (19/12/2025).
Pendorong MDKA Menghadapi 2026
Panin Sekuritas menilai normalisasi operasional PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sepanjang 2025 menjadi jembatan menuju fase optimalisasi produksi atau ramp-up pada 2026. Dengan demikian, MDKA dinilai berpeluang kembali mencatatkan laba bersih setelah terakhir dicapai pada 2022.
“Kami melihat 2026 akan menjadi tahun perbaikan bagi perseroan, seiring on-stream dan ramp-up bertahap sejumlah proyek strategis di seluruh segmen,” tulis Panin Sekuritas dalam risetnya.
Sejalan dengan pandangan tersebut, manajemen MDKA turut menegaskan progres pengembangan sejumlah proyek utama perseroan. Perkembangan ini menjadi faktor pendukung prospek kinerja ke depan.
Salah satunya terlihat pada Tambang Emas Pani yang dikembangkan anak usaha MDKA, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS). Proyek tersebut mencatat kemajuan signifikan, ditandai dengan dimulainya kegiatan penumpukan bijih serta target produksi emas pada kuartal I/2026.
Perseroan juga menargetkan percepatan pengembangan fasilitas carbon-in-leach (CIL) dengan kapasitas 12 juta ton.
Pada segmen nikel, kinerja anak usaha lainnya, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), dinilai tetap solid. Kondisi ini ditopang oleh peningkatan produksi dari tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).
Sementara itu, proyek acid iron metal (AIM) dan high pressure acid leach (HPAL) dilaporkan berjalan sesuai jadwal. Sebagian fasilitas tersebut ditargetkan mencapai tahap produksi penuh hingga pertengahan 2026.
Secara terpisah, analis Bahana Sekuritas Jeremy Mikael menilai diversifikasi portofolio emas dan nikel memberikan bantalan terhadap volatilitas siklus komoditas. Strategi tersebut dinilai membuka ruang pemulihan kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) secara bertahap.
“2026 menandai awal normalisasi kinerja laba seiring mulai berkontribusinya proyek-proyek utama,” tulis Jeremy dalam riset Bahana Sekuritas, Kamis (18/12/2025).
Pandangan serupa disampaikan oleh RHB Sekuritas. Dalam laporannya, Selasa (16/12/2025), tim riset RHB Sekuritas menilai MDKA berada di ambang memasuki fase laba.
“Kami memperkirakan Merdeka Copper Gold akan memasuki fase laba yang lebih stabil dan dapat diskalakan mulai 2026, didukung oleh pemulihan margin di segmen nikel serta kemajuan menuju target produksi emas di proyek Tambang Emas Pani,” tulis tim riset RHB Sekuritas.
Analisis Saham Merdeka Copper Gold (MDKA)
Optimisme terhadap potensi pemulihan bottom line tercermin dalam pandangan para analis dan sekuritas terhadap prospek saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). Meski demikian, prospek tersebut tetap dibayangi risiko eksekusi proyek serta volatilitas harga komoditas global.
RHB Sekuritas pada pekan lalu tercatat menaikkan rekomendasi saham MDKA menjadi beli dari sebelumnya take profit, yakni level rekomendasi di antara netral (neutral) dan jual (sell). Sekuritas ini juga menetapkan target harga MDKA sebesar Rp3.000 per saham.
“Mengingat transisi MDKA dari fase merugi pada 2025 menuju laba yang diperkirakan terbentuk pada 2026, kami melihat adanya ruang untuk re-rating saham secara selektif seiring meningkatnya visibilitas laba,” tulis tim riset RHB Sekuritas.
Berdasarkan data terminal Bloomberg per Senin (22/12/2025) malam, sebanyak 25 dari 27 sekuritas yang mengulas saham MDKA masih memberikan rekomendasi buy. Sementara itu, dua sekuritas lainnya merekomendasikan hold.
Berdasarkan konsensus 27 analis, target harga rata-rata saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) mencapai Rp3.152,78. Target tersebut mencerminkan potensi imbal hasil sebesar 40,1% dari harga penutupan saham pada perdagangan Senin (22/12/2025) di level Rp2.250.
Pada perdagangan terakhir, saham MDKA tercatat menguat 3,20%. Meski demikian, pergerakannya masih melemah 2,16% dalam sepekan terakhir dan turun 0,44% dalam satu bulan terakhir.
Untuk periode tiga bulan terakhir, harga saham MDKA juga tercatat terkoreksi 10,32%. Kendati begitu, secara year-to-date (YtD), saham MDKA telah menguat 39,94% sejak awal tahun.
Phintraco Sekuritas turut memberikan rekomendasi beli untuk saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) dengan target harga Rp3.140. Tim riset Phintraco menilai konsistensi eksekusi tetap menjadi katalis utama bagi pemulihan harga saham yang lebih signifikan.
“Konsistensi dalam eksekusi tetap menjadi katalis utama bagi pemulihan harga saham yang lebih bermakna,” tulis tim riset Phintraco Sekuritas, seraya mengingatkan bahwa volatilitas harga nikel dan emas masih menjadi faktor risiko utama.
Sementara itu, Panin Sekuritas juga menetapkan rating beli dengan target harga yang dinaikkan menjadi Rp3.000 untuk saham MDKA. Rekomendasi tersebut didasarkan pada asumsi percepatan proyek emas Pani serta margin nikel yang dinilai lebih resilien.
“Kami merevisi naik target harga MDKA menjadi Rp3.000 dari sebelumnya Rp2.300,” jelas analis Panin Sekuritas Andhika Audrey.
Sementara itu, Bahana Sekuritas menegaskan kembali rekomendasi beli untuk saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) dengan target harga sebesar Rp2.800.
“Proyek Pani Gold dan pembaruan mendatang terkait TB Copper tetap menjadi katalis utama,” ungkap analis Bahana Sekuritas Jeremy Mikael.


