MDKA Kejar Tambahan Cadangan Emas, Proyek Pani Simpan 7 Juta Ounces
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), bagian dari grup MDKA, memulai pengeboran dalam sepanjang 3.600 meter di Tambang Emas Pani. Program ini dilakukan untuk menguji potensi tambahan sumber daya emas yang saat ini telah mencapai sekitar 7 juta ounces.
Aktivitas pengeboran dalam di Tambang Emas Pani milik Merdeka Gold Resources untuk menambah sumber daya emas (Foto:MDKA)
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mulai menjalankan program pengeboran dalam atau diamond deep drilling sepanjang 3.600 meter di Tambang Emas Pani, Gorontalo. Program ini menjadi langkah lanjutan Perseroan untuk menguji potensi tambahan cadangan emas di salah satu aset tambang utamanya.
Pengeboran tersebut difokuskan pada pengujian kelanjutan mineralisasi emas pada area yang lebih dalam. Perseroan melihat peluang peningkatan sumber daya mineral yang saat ini telah mencapai sekitar 7 juta ounces emas.
Tambang Emas Pani yang berlokasi di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, memiliki estimasi sumber daya mineral sebesar 291,5 juta ton dengan kadar emas rata-rata 0,75 gram per ton. Estimasi tersebut setara dengan sekitar 7 juta ounces emas dan menjadi basis pengembangan tambang emas jangka panjang Perseroan.
Sumber daya mineral tersebut berasal dari area eksplorasi seluas 135 hektare yang merupakan bagian dari total wilayah konsesi seluas 14.670 hektare. Luasnya area konsesi menjadi salah satu faktor yang membuka ruang bagi penambahan sumber daya di masa mendatang.
Program pengeboran terbaru ini dilakukan setelah hasil eksplorasi sebelumnya menunjukkan indikasi keberlanjutan mineralisasi emas di luar area pengeboran terdahulu. Karena itu, Perseroan melanjutkan pengujian pada kedalaman yang lebih besar untuk memperoleh data geologi yang lebih rinci dan komprehensif.
Tahap awal program eksplorasi ini mencakup enam titik pengeboran dengan satu unit rig yang telah beroperasi. Untuk mempercepat kegiatan pengeboran, Perseroan juga menjadwalkan pengoperasian satu unit rig tambahan mulai bulan depan.
Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Abidin, mengatakan dimulainya tahap produksi di Tambang Emas Pani memberikan posisi yang lebih strategis bagi Perseroan untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi emas pada area yang lebih dalam.
“Seiring dimulainya produksi di Pani, Perseroan kini berada dalam posisi yang lebih strategis untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi pada area yang lebih dalam,” ujar Boyke Abidin dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (31/5/2026).
Menurut Boyke, program pengeboran tersebut dirancang dengan fleksibilitas yang memungkinkan perluasan kegiatan eksplorasi apabila hasil awal menunjukkan prospek yang menjanjikan.
“Program ini juga memiliki fleksibilitas untuk dikembangkan lebih lanjut apabila hasil pengeboran menunjukkan potensi yang positif,” katanya.
Selain pengembangan Tambang Emas Pani, Perseroan juga melanjutkan kegiatan eksplorasi di prospek Kolokoa. Di area tersebut, EMAS telah menyelesaikan program pengeboran awal sebanyak 54 lubang bor dengan total kedalaman mencapai 11.701,6 meter.
Dalam periode sekitar enam bulan dan dengan biaya eksplorasi sekitar US$2,4 juta, Perseroan berhasil menetapkan target eksplorasi Kolokoa pada kisaran 20 juta hingga 40 juta ton dengan kadar emas antara 0,3 gram per ton hingga 0,5 gram per ton.
Target eksplorasi tersebut menunjukkan potensi tambahan sumber daya mineral yang dapat memperkuat portofolio aset emas Perseroan. Saat ini, manajemen tengah menyiapkan estimasi awal sumber daya mineral Kolokoa yang ditargetkan diumumkan pada kuartal II 2026.
Program eksplorasi lanjutan juga telah disiapkan di area Lone Pine pada semester II 2026. Kegiatan tersebut akan didukung survei geofisika menggunakan teknologi Mobile Magnetotelluric serta survei magnetik udara berbasis helikopter yang dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026.
Manajemen menegaskan seluruh hasil eksplorasi akan dilaporkan sesuai standar yang berlaku, termasuk JORC Code 2012 dan KCMI 2017, guna menjaga transparansi serta kualitas pelaporan sumber daya mineral.


