LABA Alihkan Fokus ke Kendaraan Listrik, Proyek Timor Leste dan Akuisisi Masih Tertahan
PT Green Power Group Tbk (LABA) mengalihkan fokus bisnis ke sektor kendaraan listrik di tengah mandeknya proyek pembangkit listrik di Timor Leste. Perseroan juga menyiapkan pengembangan baterai dan ekosistem EV terintegrasi, meski sejumlah rencana akuisisi masih tertahan.
LABA fokus kembangkan kendaraan listrik dan baterai di tengah penundaan proyek energi (Foto:BYD)
Emitenhub.com - PT Green Power Group Tbk (LABA) mengungkapkan bahwa proyek pembangkit listrik yang dikembangkan di Timor Leste mengalami hambatan akibat terjadinya pergantian pemerintahan di negara tersebut.
Perubahan dinamika politik domestik dinilai berdampak pada proses administrasi serta pengambilan keputusan di tingkat pemerintah setempat, sehingga menyebabkan penundaan dalam kelanjutan proyek.
Manajemen menyampaikan bahwa perseroan masih memantau perkembangan proyek tersebut sembari melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap kemampuan pemenuhan kontrak dengan Pemerintah Timor Leste. Penundaan administrasi dinilai perlu dicermati agar risiko terhadap komitmen proyek dapat dikelola secara hati-hati.
Di tengah ketidakpastian tersebut, LABA mengalihkan fokus pengembangan bisnis ke sektor transportasi kendaraan listrik. Perseroan aktif menjajaki dan mengembangkan kerja sama penyewaan kendaraan listrik, salah satunya melalui kolaborasi dengan ECGO. Langkah ini diambil sebagai respons atas belum terealisasinya kebijakan subsidi kendaraan listrik senilai Rp7 juta per unit.
Sejalan dengan dinamika kebijakan serta arah pengembangan industri, perseroan juga melakukan penyesuaian dengan melepas sebagian kapasitas pabrik baterai. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebijakan pemerintah, serta prospek pengembangan industri baterai nasional ke depan.
Manajemen menyampaikan bahwa ke depan perseroan akan meningkatkan tingkat lokalisasi melalui pemenuhan TKDN, memperluas basis pengguna di sektor hilir, serta memperdalam pengembangan model operasional agar bisnis tetap adaptif dan berkelanjutan.
Perseroan juga menargetkan perluasan kegiatan produksi dan manufaktur, tidak terbatas pada baterai konvensional, tetapi mencakup pengembangan aplikasi produk baterai hingga bank baterai.
Pengembangan tersebut dirancang terintegrasi dengan bisnis penyewaan kendaraan operasional listrik. Pendekatan ini bertujuan membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih menyeluruh, mulai dari sisi hulu hingga hilir, guna memperkuat model bisnis jangka panjang perusahaan.
Terkait rencana akuisisi PT Aceh Mineral Abadi, LABA menyampaikan bahwa proses pengajuan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi (IUP-E) belum dapat diselesaikan. Penundaan tersebut disebabkan oleh banjir dan bencana alam yang terjadi di Aceh, sehingga menghambat pelaksanaan survei lapangan awal serta analisis sumber daya oleh tim proyek.
Manajemen menjelaskan bahwa area target dan cakupan wilayah permohonan pada dasarnya telah ditetapkan. Secara strategis, perseroan tetap berupaya memperluas rantai bisnis dari hulu ke hilir, tidak hanya untuk memperoleh akses langsung terhadap sumber daya, tetapi juga untuk memperkuat posisi kerja sama dengan pemasok baterai dan bahan baku baterai.


