Saham

Saham VKTR Tertekan, Aksi Jual Internal dan Rugi Bersih Jadi Sorotan

Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) masih bergerak dalam tekanan setelah ditutup melemah 4,91 persen ke level 775 pada Kamis, 2 April 2026. Tekanan tidak hanya datang dari sisi teknikal, tetapi juga dipicu perubahan kepemilikan internal dan pembalikan kinerja keuangan 2025 saat perseroan mencatat rugi bersih Rp11,36 miliar.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Analisis saham VKTR saat tertekan oleh aksi jual internal, pelemahan harga, dan perubahan kinerja keuangan 2025

VKTR menyiapkan rights issue 25 miliar saham dan menunjuk Anindra Bakrie sebagai Direktur Utama baru (VKTR)

Emitenhub.com - Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) masih bergerak dalam tekanan. Pada penutupan perdagangan Kamis, 2 April 2026, harga saham VKTR terkoreksi 4,91 persen ke level 775.

Pelemahan ini tidak hanya dipengaruhi faktor teknikal. Perubahan struktur kepemilikan dan perkembangan kinerja fundamental juga ikut membentuk dinamika pergerakan saham perseroan.

Tekanan jual terlihat cukup kuat dari susunan orderbook. Total antrean bid tercatat sebanyak 247.373 lot dengan frekuensi 1.328 kali, sedangkan antrean offer mencapai 168.114 lot dengan frekuensi 1.066 kali.

Meski sisi bid tampak tebal, lapisan atas menunjukkan penumpukan offer secara bertahap pada rentang 775 hingga 820. Pola ini menahan ruang kenaikan saham dalam jangka pendek.

Di area bawah, antrean beli terlihat cukup rapat pada kisaran 770 hingga 750. Pola tersebut menunjukkan adanya upaya menjaga harga, tetapi tekanan jual masih muncul bertahap, terutama di atas level psikologis 800, sehingga pergerakan saham kembali tertahan.

Struktur itu menunjukkan tarik-menarik antara akumulasi yang masih terbatas dan distribusi yang belum selesai.

Secara teknikal, pergerakan VKTR masih tertahan di sekitar MA20. Level ini menjadi area yang menahan koreksi dalam jangka pendek.

Dalam pemetaan gelombang MNC Sekuritas, posisi saham saat ini berada pada awal wave [iii] dari wave C dari wave (B). Struktur tersebut menempatkan VKTR pada fase awal pembentukan arah gerak berikutnya setelah koreksi sebelumnya.

Rentang 715 hingga 765 menjadi area pergerakan terdekat yang dipetakan sebagai zona buy on weakness. Selama harga masih bertahan di atas batas bawah area tersebut, peluang pergerakan menuju target 860 hingga 920 tetap terbuka.

Meski demikian, level 685 menjadi batas penting yang perlu dijaga. Area ini menjadi titik krusial untuk mempertahankan struktur pergerakan saham tersebut.

Tekanan pada saham VKTR tidak hanya datang dari sisi teknikal, tetapi juga dipengaruhi perubahan kepemilikan internal dalam beberapa bulan terakhir. Pergeseran ini menambah lapisan sentimen yang ikut membebani pergerakan saham di pasar.

PT Bakrie Metal Industries tercatat melepas 551,59 juta saham pada Desember 2025 dengan nilai sekitar Rp466 miliar untuk tujuan pembayaran utang. Setelah transaksi itu, kepemilikannya turun dari 15,69 persen menjadi 6,31 miliar saham.

Perubahan kepemilikan juga berlanjut pada Maret 2026 saat PT Kuantum Akselerasi Indonesia melepas 800 juta saham melalui skema repo. Porsi kepemilikan entitas tersebut turun dari 5,13 persen menjadi 3,30 persen.

Rangkaian transaksi itu membentuk tekanan tambahan terhadap pergerakan VKTR karena suplai saham di pasar meningkat dalam rentang waktu yang relatif berdekatan.

Dari sisi kinerja keuangan, VKTR mencatat perubahan arah pada 2025. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp11,36 miliar, setelah pada tahun sebelumnya masih mencetak laba Rp7,56 miliar.

Meski laba berbalik menjadi rugi, penjualan VKTR tetap menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang 2025, penjualan tercatat naik 8,57 persen menjadi Rp1,09 triliun, dengan kontribusi kendaraan listrik sekitar 21,1 persen terhadap total pendapatan.

Tekanan itu juga tercermin pada pergerakan harga saham. Sejak awal 2026, saham VKTR tercatat turun 28,79 persen ke level 705, sementara dalam satu bulan terakhir pelemahannya sempat mencapai 21,67 persen.

Namun, di tengah koreksi tersebut, saham VKTR juga sempat mencatat lonjakan signifikan dalam jangka pendek. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas saham masih cukup tinggi.

Dengan kombinasi tekanan dari perubahan kepemilikan, pergeseran kinerja keuangan, dan struktur teknikal yang masih dalam fase pembentukan, posisi VKTR saat ini berada dalam area yang sensitif.

Aktivitas beli mulai terlihat di area bawah, tetapi distribusi pada sisi atas masih menjadi penahan utama. Karena itu, arah gerak berikutnya akan ditentukan oleh keseimbangan antara kedua sisi tersebut.

Iklan