Saham SMDR Menguat, Dinilai Masih Murah dan Jadi Pilihan Trading
Saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menguat setelah sempat tertekan dua hari sebelumnya dan masih mencatatkan kenaikan signifikan secara bulanan. Secara valuasi, SMDR dinilai masih murah, sementara sejumlah analis merekomendasikan saham ini sebagai pilihan trading jelang akhir pekan.
Pergerakan saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) di perdagangan Bursa Efek Indonesia
Emitenhub.com - Saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) ditutup menguat tipis 0,95% ke level Rp 426 pada perdagangan Kamis (8/1/2026). Penguatan ini terjadi setelah saham emiten pelayaran tersebut melemah selama dua hari bursa berturut-turut dengan penurunan masing-masing sebesar 3,12% dan 2,76%.
Sebanyak 196,52 juta saham Samudera Indonesia berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai 17.911 kali dan nilai transaksi sebesar Rp 80,67 miliar.
Meski sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir, saham SMDR masih mencatatkan lonjakan sebesar 26,79% dalam periode satu bulan terakhir.
Secara valuasi, saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) masih tergolong murah. Saham ini diperdagangkan dengan rasio price to book value (PBV) sebesar 0,77 kali dan price earning ratio (PER) 7,40 kali secara annualized.
Phintraco Sekuritas menjadikan saham Samudera Indonesia sebagai salah satu saham pilihan untuk perdagangan Jumat (9/1/2026). Broker tersebut merekomendasikan strategi trading buy SMDR dengan kisaran harga masuk di level 416–422. Target harga ditetapkan pada 440 dengan strategi sell on strength di level 460 atau potensi keuntungan sekitar 7,9%. Adapun batas stoploss disarankan jika harga turun ke bawah 400.
Pintarsahamid memproyeksikan industri pelayaran akan menghadapi dinamika yang lebih menantang sekaligus menarik pada tahun 2026.
Menurut PintarSaham, emiten seperti PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) memiliki portofolio usaha yang mencakup kapal kontainer, kapal curah, hingga jasa pelabuhan dan logistik terintegrasi. Model bisnis tersebut dinilai mampu menghasilkan arus kas yang relatif stabil karena tidak bergantung pada satu jenis muatan tertentu.
Sepanjang periode sembilan bulan 2025 (9M2025), Samudera Indonesia membukukan pendapatan jasa sebesar US$ 571,55 juta atau setara Rp 9,52 triliun. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 43,08 juta atau sekitar Rp 718,1 miliar.


