NHKSI Rekomendasi BUY Saham SMDR, Target Harga Naik Jadi Rp500!
SMDR catat pendapatan USD802 juta sepanjang 2025 atau 101% dari target analis. Meski margin tertekan, laba bersih tumbuh 2%. Perseroan agresif ekspansi ke Jepang lewat JV Blue Ocean Shipping plus penguatan di Patimban, didukung rekomendasi BUY NHKSI dengan target harga baru Rp500 per saham.
NHKSI rekomendasi buy saham SMDR target harga Rp500 (Foto:SMDR)
Emitenhub.com - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menunjukkan kinerja pendapatan yang melampaui ekspektasi sepanjang 2025. Namun tekanan profitabilitas masih membayangi hasil keseluruhan perseroan.
Pendapatan SMDR tahun buku 2025 mencapai USD802 juta. Angka ini setara 101 persen dari target proyeksi analis.
Asia Tenggara mencatat pertumbuhan 17 persen menjadi USD265 juta. Kontribusi kawasan ini menjadi pendorong utama realisasi pendapatan perseroan.
Kawasan Timur Tengah dan India naik 8 persen menjadi USD91 juta. Segmen negara lain tumbuh 13 persen menjadi USD8 juta.
Pasar Indonesia masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 55 persen terhadap total pendapatan.
Pertumbuhan pendapatan domestik hanya 5 persen menjadi USD439 juta. Ini adalah kenaikan paling rendah dibanding wilayah regional lain.
Tekanan margin SMDR mulai terlihat jelas sepanjang 2025. Gross margin perseroan turun menjadi 18 persen dari 20 persen pada 2024.
Shipping dan agency cost naik 15 persen menjadi USD524 juta. Biaya operasional menjadi pemicu utama penurunan margin tersebut.
Laba bersih SMDR tumbuh dua persen secara tahunan. Capaian ini setara 81 persen dari target analis.
Net profit margin menyusut menjadi 6,5 persen dari 6,9 persen pada 2024. Tekanan biaya operasional mendominasi perbedaan arah antara pendapatan dan profitabilitas.
SMDR menggencarkan strategi ekspansi ke pasar baru memasuki 2026. Langkah ini menjadi upaya diversifikasi perseroan.
Perseroan membentuk joint venture bernama Blue Ocean Shipping Co. Ltd (BOS) melalui Samudera Japan K.K. bersama Imoto Corporation.
BOS difokuskan menangkap peluang pendapatan logistik kontrak di Jepang. Perseroan mengakuisisi dua kapal dari Imoto Lines pada 17 Maret 2026, yaitu MV Sagami dan MV Hyogo.
SMDR memperkuat operasional domestik melalui Patimban Global Gateway Terminal. Pada Maret 2026 perseroan melayani kapal MSC Hanisha III berkapasitas 2.500 TEUs untuk rute Shanghai–Patimban. Aktivitas ini mendukung pengembangan konektivitas logistik khususnya rute Singapura–Patimban.
NHKSI Research mempertahankan rekomendasi buy untuk saham SMDR. Target harga dinaikkan menjadi Rp500 per saham dari Rp400 sebelumnya.
Penyesuaian target tersebut mempertimbangkan dinamika eksternal industri pelayaran. Konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan tarif pengiriman global.
Pasokan kapal dunia mulai mereda. Kebijakan tarif 15 persen dan kesepakatan dagang Amerika Serikat-Indonesia turut menjadi faktor pendukung.
Saham SMDR saat ini diperdagangkan pada P/E ratio 6,91 kali. Angka ini berada sekitar satu standar deviasi di atas rata-rata tiga tahun terakhir.
Risiko utama masih tercatat. Di antaranya gangguan di Selat Hormuz, kenaikan harga bahan bakar, serta perlambatan pengiriman domestik.


