Dana IPO COIN Rp220,58 Miliar Belum Terealisasi, Masih Disimpan di Deposito dan Giro
PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) belum merealisasikan penggunaan dana IPO hingga akhir 2025. Seluruh dana masih ditempatkan pada deposito dan rekening giro sambil menunggu realisasi rencana penyertaan modal ke anak usaha.
Kantor PT Indokripto Koin Semesta Tbk COIN emiten aset kripto (Foto:CFX)
Emitenhub.com - Hingga 31 Desember 2025, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) tercatat belum merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp220,58 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/1/2026), dana IPO yang masih utuh tersebut ditempatkan perseroan pada instrumen investasi berupa deposito dan rekening giro.
Pada instrumen deposito, perseroan menempatkan dana sebesar Rp30 miliar dengan tingkat bunga 5 persen per tahun untuk jangka waktu tiga bulan. Sementara itu, dana sebesar Rp177,05 miliar ditempatkan pada rekening giro dengan tingkat bunga 6 persen per tahun.
COIN resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025. Pada hari pertama perdagangan, harga saham dibuka menguat 35 persen ke level Rp135 per saham, dibandingkan harga penawaran awal sebesar Rp100 per saham.
Dalam aksi penawaran umum perdana saham tersebut, perseroan melepas sebanyak 2,20 miliar saham atau setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan total dana IPO yang dihimpun mencapai Rp220,58 miliar.
Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp13,53 miliar, dana bersih hasil IPO yang diterima COIN tercatat sebesar Rp207,05 miliar.
Perseroan merencanakan penggunaan sekitar 85 persen dana IPO tersebut sebagai penyertaan modal kepada perusahaan anak, CFX.
Dari porsi tersebut, sekitar 45 persen dialokasikan untuk kebutuhan infrastruktur teknologi, termasuk biaya cloud service provider dan pengamanan teknologi informasi (IT security), yang dijadwalkan berlangsung sepanjang periode 2025–2026.
Sekitar 40 persen dana hasil IPO direncanakan untuk provisi likuiditas bursa, yakni dana cadangan atas biaya penyimpanan aset kripto serta penyediaan likuiditas pasar yang akan dilaksanakan pada 2025.
Adapun sekitar 15 persen dana lainnya dialokasikan untuk beban umum dan administrasi operasional CFX, termasuk kegiatan edukasi dan literasi publik terkait pasar aset kripto dan teknologi blockchain, serta riset dan pengembangan ekosistem pasar dan produk aset kripto di Indonesia.


