Saham

Dana IPO RATU Rp212,23 Miliar Terserap Penuh, Mayoritas Dialirkan ke Anak Usaha

PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) telah menyerap penuh dana hasil IPO sebesar Rp212,23 miliar hingga akhir 2025, dengan mayoritas dialokasikan ke entitas anak. Perseroan juga menyiapkan rencana akuisisi dan ekspansi PSC sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah dan panjang.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Raharja Energi Cepu RATU serap penuh dana IPO 2025

RAJA berencana stock split rasio 1 banding 5 untuk meningkatkan likuiditas saham (Foto:RATU)

Emitenhub.com - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) telah merealisasikan sepenuhnya penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga akhir 2025. Seluruh dana IPO senilai Rp212,23 miliar tercatat telah terserap per 31 Desember 2025.

Dalam aksi korporasi tersebut, anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) ini menghimpun dana IPO sebesar Rp218,56 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi Rp6,32 miliar, dana bersih yang diperoleh perseroan berjumlah Rp212,23 miliar.

Mengacu pada keterbukaan informasi yang disampaikan Rabu (14/1/2026), porsi terbesar dana hasil IPO RATU dialokasikan dalam bentuk pinjaman cash call kepada entitas anak. Skema tersebut menjadi kanal utama penyaluran dana perseroan.

Secara rinci, dana sebesar Rp157,3 miliar disalurkan kepada PT Raharja Energi Tanjung Jabung, sementara Rp34,9 miliar dialokasikan kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana.

Di luar penyaluran kepada entitas anak, RATU turut mengalokasikan dana sebesar Rp19,9 miliar untuk mendukung kebutuhan operasional perseroan.

Sebagai catatan, RATU resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Januari 2025. Pada hari pertama perdagangan, saham RATU ditutup di level Rp1.435 per saham, melonjak 24,78 persen dibandingkan harga penawaran awal sebesar Rp1.150 per saham.

Secara agregat, RATU menghimpun dana sebesar Rp624,46 miliar melalui kombinasi aksi IPO dan divestasi saham. Jumlah tersebut terdiri atas Rp218,56 miliar dari penawaran umum perdana saham serta Rp405,90 miliar yang berasal dari divestasi saham.

Selain itu, RATU telah menyiapkan tujuh rencana akuisisi untuk periode tiga tahun ke depan dengan nilai transaksi masing-masing berkisar USD10 juta hingga USD150 juta. Dua akuisisi awal ditargetkan dapat diselesaikan pada rentang kuartal IV-2025 hingga semester I-2026.

Dalam horizon menengah tiga hingga lima tahun, RATU berencana masuk ke investasi operasional dengan mengambil alih kontrak kerja sama (PSC) berskala produksi lebih kecil. Langkah ini diarahkan sebagai fondasi untuk membangun kapabilitas operasional internal perseroan.

Untuk jangka panjang 610 tahun, perseroan membidik ekspansi ke PSC berskala besar di Indonesia. Fokus diarahkan pada aset dengan tingkat pengembalian internal (IRR) di atas 10 persen serta struktur pendanaan yang konservatif dengan rasio utang terhadap ekuitas 80:20.

Iklan