Serapan Dana IPO PJHB Baru 20%, Rp128,73 Miliar Masih Disimpan di Bank
PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) baru merealisasikan penggunaan dana IPO sebesar Rp25,8 miliar hingga akhir 2025. Sebagian besar dana IPO masih disimpan di perbankan sambil menunggu pembangunan tiga kapal LCT baru.
Kapal Landing Craft Tank LCT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk PJHB (Foto:PJHB)
Emitenhub.com - PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) mencatat realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp25,8 miliar hingga 31 Desember 2025.
Nilai tersebut setara sekitar 20 persen dari total dana IPO bersih yang diperoleh perseroan sebesar Rp154,5 miliar, setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp3,9 miliar dari total dana IPO Rp158,4 miliar.
Dana IPO yang belum terealisasi tercatat sebesar Rp128,73 miliar. Dana tersebut ditempatkan di PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) dengan tingkat bunga pengembalian 7 persen per tahun.
Informasi tersebut tercantum dalam laporan realisasi penggunaan dana IPO yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, Rabu (14/1/2025).
Dalam prospektus IPO, PJHB yang resmi melantai di bursa pada 30 Oktober 2025 menyampaikan rencana penggunaan seluruh dana hasil penawaran untuk pembangunan tiga unit kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) dengan kapasitas masing-masing 2.500 dead weight tonnage (DWT).
Manajemen PJHB menjelaskan pembangunan tiga kapal LCT tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan, khususnya dalam memenuhi permintaan jasa pengangkutan alat berat hingga kontainer dari para klien.
Untuk merealisasikan pembangunan kapal tersebut, PJHB menggandeng perusahaan galangan dan docking PT Untung Brawijaya Sejahtera serta PT Adiluhung Saranasegara Indonesia. Kedua pihak tersebut dipastikan tidak memiliki hubungan afiliasi dan belum pernah menjalin kerja sama sebelumnya dengan perseroan.
Saat ini, PJHB mengoperasikan lima unit kapal LCT dengan tingkat utilisasi yang telah mencapai kapasitas maksimal. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan penambahan armada baru yang didukung teknologi lebih mutakhir.
Secara spesifikasi, masing-masing kapal memiliki panjang 75 meter, lebar 16 meter, tinggi 4,8 meter, dan kapasitas 2.500 dead weight tonnage (DWT). Total biaya pembangunan ketiga kapal tersebut mencapai Rp163 miliar, dengan selisih pendanaan akan dipenuhi melalui kas internal perseroan.


