Saham

WIFI Dinilai Masuk Fase Hyper-Growth, MNC Sekuritas Patok Target Harga Rp5.050

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dinilai berada pada fase pertumbuhan hiper seiring agresifnya monetisasi layanan 5G Fixed Wireless Access. MNC Sekuritas memandang WIFI sebagai penerima manfaat utama penguatan konektivitas nasional dengan fondasi backbone fiber berkapasitas besar.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Infrastruktur backbone fiber optik PT Solusi Sinergi Digital Tbk WIFI

Infrastruktur backbone fiber optik PT Solusi Sinergi Digital Tbk WIFI (Foto:WIFI)

Emitenhub.com - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge dinilai berada pada fase akselerasi bisnis seiring mulai digencarkannya monetisasi layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA). Fondasi ini ditopang ketersediaan backbone serat optik berkapasitas besar serta penguatan model monetisasi broadband perseroan. Arah bisnisnya kian terfokus.

Sejalan dengan itu, MNC Sekuritas dalam riset inisiasi menetapkan target harga saham WIFI di level Rp5.050 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Penilaian tersebut didasarkan pada posisi WIFI sebagai perusahaan yang dinilai paling diuntungkan dari penguatan konektivitas internet di Indonesia.

Analis MNC Sekuritas Christian Sitorus dan Raka Junico W mencatat bahwa WIFI memiliki dan mengoperasikan backbone serat optik sepanjang lebih dari 10.000 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa serta jalur ekonomi strategis di Indonesia. Infrastruktur ini menjadi fondasi utama pengembangan layanan konektivitas perseroan.

Backbone tersebut menggunakan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) dengan kapasitas sekitar 64 Tbps. Aset ini dinilai memiliki umur ekonomis panjang hingga 20–30 tahun, dengan karakteristik biaya pemeliharaan yang relatif rendah.

Aset infrastruktur tersebut diposisikan sebagai penopang berbagai inisiatif digital nasional, termasuk pengembangan jaringan 5G, layanan Fixed Wireless Access (FWA), serta perluasan broadband di koridor perkeretaapian dan jaringan jalan tol. Peran ini menempatkan WIFI sebagai enabler strategis dalam agenda transformasi digital Indonesia.

Selain itu, MNC Sekuritas menyebutkan bahwa WIFI memiliki portofolio layanan konektivitas yang beragam, mulai dari backbone fiber, dark fiber, leased line, content delivery network (CDN), edge data center, hingga aplikasi digital terintegrasi seperti KAI Access dan Damri.

“Program internet rakyat dengan broadband 100 Mbps seharga Rp100 ribu per bulan dinilai mampu mengoptimalkan utilisasi serat optik WIFI dengan biaya marginal yang rendah, sekaligus membuka potensi pasar sekitar 5 juta rumah tanpa memerlukan ekspansi jaringan besar, sehingga dapat mendorong pendapatan berulang perseroan,” tulis MNC Sekuritas.

Hingga September 2025, WIFI tercatat memiliki 1,5 juta home passed dengan home connect mencapai 830 ribu, menghasilkan take-up rate (TUR) sebesar 55 persen. Pada tahun lalu, total home passed diperkirakan meningkat menjadi 2,2 juta dengan home connect 1,3 juta, yang mendorong TUR naik menjadi 60,5 persen.

Terkait kinerja keuangan tahun berjalan, MNC Sekuritas menilai periode ini bersifat transformasional bagi WIFI seiring adopsi 5G FWA yang mulai berperan sebagai mesin pertumbuhan utama. Pendapatan perseroan diproyeksikan tumbuh 135,4 persen menjadi Rp3,8 triliun, sejalan dengan ekspansi home connect menjadi 2,8 juta pelanggan atau meningkat 111,6 persen secara tahunan, dengan asumsi take-up rate stabil di kisaran 61 persen.

Di sisi profitabilitas, Surge (WIFI) diperkirakan mampu mencatatkan lonjakan laba bersih lebih dari 182,4 persen menjadi Rp1,4 triliun, dengan net profit margin naik ke level 38,4 persen pada tahun ini. Peningkatan kinerja tersebut didukung pertumbuhan pendapatan, leverage operasional yang membaik, serta efisiensi biaya yang semakin optimal.

Iklan