Saham

VKTR Gandeng PPM Dorong Pemanfaatan Truk Listrik di Rantai Waste to Energy

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memperluas kolaborasi lintas sektor dengan menggandeng pelaku industri waste to energy untuk pemanfaatan truk listrik. Langkah ini menempatkan kendaraan listrik sebagai bagian langsung dari rantai nilai transisi energi nasional.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kolaborasi VKTR truk listrik untuk distribusi biomassa waste to energy

VKTR menyiapkan rights issue 25 miliar saham dan menunjuk Anindra Bakrie sebagai Direktur Utama baru (VKTR)

Emitenhub.com - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memperkuat agenda kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Pendekatan ini diarahkan untuk memperluas pemanfaatan kendaraan listrik di berbagai lini industri.

Salah satu inisiatif tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Panah Perak Megasarana, pelaku industri pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WtE), dengan fokus pada optimalisasi penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas operasional.

Melalui kerja sama tersebut, VKTR menyiapkan layanan transportasi bagi PT PPM dengan menyediakan truk listrik untuk distribusi pelet biomassa. Bahan bakar padat terbarukan berbentuk silinder kecil ini dihasilkan dari biomassa terkompresi seperti serbuk gergaji, limbah kayu, serta residu pertanian.

“Selanjutnya, pelet biomassa tersebut akan diolah oleh PLN Energi Primer Indonesia menjadi energi,” ujar Direktur VKTR, Bimo Kurniatmo, dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).

Menurut Bimo, integrasi mobilitas listrik ke dalam rantai nilai waste to energy menunjukkan peran langsung sektor transportasi dalam mendukung agenda transisi energi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian VKTR Day, kegiatan gathering yang digagas VKTR untuk mempertemukan pemangku kepentingan dan mitra strategis, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga asosiasi, guna memperkuat kolaborasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Melalui tema From Local Manufacturing to National Impact, kegiatan tersebut diarahkan untuk menegaskan posisi perseroan sebagai manufaktur kendaraan listrik dalam negeri yang telah melampaui fase pengembangan dan mulai memasuki tahap implementasi nyata.

“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak dapat bergantung pada satu pemangku kepentingan saja. Diperlukan kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, lembaga riset, dan asosiasi agar manufaktur lokal mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujar Chief Executive Officer VKTR Teknologi Mobilitas, Anindra Ardiansyah Bakrie.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, VKTR menggelar sesi talkshow yang menghadirkan perwakilan lembaga riset, regulator, serta asosiasi industri. Diskusi difokuskan pada sinergi kebijakan, kesiapan industri, implementasi kendaraan listrik di lapangan, serta dampak sosial dan lingkungan yang menyertainya.

“Penguatan manufaktur lokal merupakan fondasi strategis untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Forum ini menunjukkan bahwa kebijakan, kesiapan industri, dan implementasi di lapangan harus berjalan secara paralel,” ujar Chief Executive Officer VKTR, Anindra Ardiansyah Bakrie.

Iklan