Indointernet (EDGE) Ajukan Voluntary Delisting dan Go Private, Saham Disuspensi BEI
Indointernet (EDGE) resmi mengajukan voluntary delisting dan memutuskan menjadi perusahaan tertutup setelah lima tahun melantai di bursa. Keputusan ini didorong kebutuhan integrasi grup, persaingan sektor data center, serta rendahnya likuiditas saham di BEI.
Ilustrasi data center Indointernet EDGE dan papan Bursa Efek Indonesia terkait delisting saham
Emitenhub - PT Indointernet Tbk (EDGE) mengambil langkah korporasi dengan mengajukan penghapusan pencatatan saham secara sukarela dari Bursa Efek Indonesia. Keputusan voluntary delisting ini diambil bertepatan dengan lima tahun perjalanan perusahaan teknologi
tersebut sebagai emiten di pasar modal domestik.
Direktur Utama Indointernet Andrew Joseph Rigoli menyampaikan perseroan telah mengajukan permohonan delisting dan suspensi saham kepada BEI serta Otoritas Jasa Keuangan pada 9 Februari 2026. Permohonan tersebut disetujui sehingga saham EDGE resmi disuspensi oleh BEI efektif mulai 10 Februari 2027.
Perdagangan saham PT Indointernet Tbk (EDGE) telah dihentikan sejak sesi pertama perdagangan Selasa, 10 Februari 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama Indointernet Andrew Joseph Rigoli melalui keterbukaan informasi pada hari yang sama. Penghentian perdagangan ini berlaku penuh.
Andrew menjelaskan permohonan delisting dan suspensi saham dilakukan seiring rencana perseroan bertransformasi menjadi perusahaan tertutup. Sebagai bagian dari grup Digital Edge, perseroan menilai persaingan di sektor data center semakin ketat meski pertumbuhan industri tersebut masih berlanjut.
Kegiatan usaha grup disebut membutuhkan integrasi yang lebih erat antarentitas untuk menyederhanakan pengambilan keputusan serta pelaksanaan investasi jangka panjang. Menurut Andrew Joseph Rigoli, kebutuhan penyelarasan strategi tersebut dinilai sulit berjalan optimal dalam kerangka regulasi dan kepatuhan sebagai perusahaan terbuka.
Dari sisi perdagangan saham, EDGE dinilai memiliki tingkat likuiditas yang terbatas di Bursa Efek Indonesia. Kondisi ini membuat status perseroan sebagai perusahaan tercatat dianggap kurang efektif dalam mendukung pengembangan bisnis grup.
“Proses go private dan voluntary delisting juga memberikan kesempatan keluar yang adil dan teratur bagi pemegang saham publik,” tuturnya.
Langkah Indointernet beralih menjadi perusahaan tertutup muncul relatif cepat setelah perseroan melantai di bursa pada 8 Februari 2021. Dalam kurun sekitar lima tahun sejak IPO, emiten ini memutuskan mengakhiri status perusahaan terbuka.
Harga saham EDGE saat ini berada di Rp4.790, lebih rendah dibandingkan harga penawaran perdana Rp7.375. Dengan porsi free float 7,9 persen, likuiditas saham tercatat terbatas. Hingga 31 Januari 2026, jumlah pemegang saham publik mencapai 1.695 orang.


