WIFI Jual Internet 100 Mbps Rp100 Ribu, Gratis 3 Bulan Plus Nonton Piala Dunia
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) meluncurkan layanan Internet Rakyat (IRA) di Jawa, Maluku, dan Papua dengan tarif Rp100 ribu untuk kecepatan hingga 100 Mbps. Perseroan juga menawarkan internet gratis tiga bulan dan akses tayangan Piala Dunia.
Peluncuran layanan Internet Rakyat IRA oleh WIFI dengan tarif internet rumah murah dan akses Piala Dunia (Foto:Internet Rakyat)
Emitenhub.com - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mulai memperluas penetrasi layanan internet rumah murah melalui peluncuran layanan IRA (Internet Rakyat) di Regional-1 yang meliputi Jawa, Maluku, dan Papua. Langkah ini dilakukan di tengah kebutuhan akses internet terjangkau yang masih tinggi di Indonesia.
Layanan tersebut dijalankan melalui anak usaha Perseroan, PT Telemedia Komunikasi Pratama. Peluncuran IRA menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas layanan fixed broadband ke berbagai wilayah.
Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama sekaligus Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Shannedy Ong, mengatakan layanan IRA dirancang untuk membantu mempersempit kesenjangan akses internet nasional.
Menurut Shannedy Ong, akses internet kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat dan bukan lagi layanan premium.
“IRA merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan internet fixed broadband berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Shannedy Ong dalam keterangan resmi perusahaan yang dikutip Kamis (28/5/2026).
WIFI menawarkan layanan IRA dengan kecepatan internet hingga 100 Mbps dan tarif Rp100 ribu. Perseroan menilai peluang pasar layanan internet rumah murah masih besar, terutama di wilayah Jawa, Maluku, dan Papua yang memiliki populasi lebih dari 200 juta jiwa.
Perusahaan juga menyoroti biaya layanan fixed broadband di Indonesia yang dinilai masih relatif mahal dibanding sejumlah negara ASEAN. Kualitas dan pemerataan layanan internet di berbagai daerah juga disebut masih belum merata.
“Melalui peluncuran IRA di Jawa, Maluku, dan Papua, kami ingin membantu menjembatani kesenjangan digital dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital,” kata Shannedy.
Pada tahap awal implementasi Regional-1, WIFI bersama Telemedia telah mengoperasikan lebih dari 550 site aktif dengan dukungan 3.189 radio units yang tersebar di lebih dari 82 kota dan kabupaten.
Infrastruktur tersebut menjadi fondasi pengembangan layanan internet rumah berbasis Fixed Wireless Access (FWA). Perseroan juga terus memperluas jaringan untuk meningkatkan penetrasi layanan broadband murah di berbagai wilayah.
Pengembangan IRA dilakukan melalui kerja sama dengan vendor teknologi, kontraktor jaringan, mitra implementasi lokal, hingga institusi pembiayaan. Skema kolaborasi tersebut digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memperluas jangkauan layanan.
“Dukungan vendor teknologi, mitra lokal, funding partners, serta berbagai pemangku kepentingan telah memungkinkan kami mempercepat pembangunan infrastruktur dan menghadirkan layanan fixed broadband yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia,” ujar Shannedy.
Dalam peluncuran layanan tersebut, Perseroan turut bekerja sama dengan TVRI dan platform digital FolaPlay untuk menghadirkan program promosi layanan internet serta tayangan Piala Dunia. Program promosi berlaku mulai 26 Mei hingga 19 Juli 2026.
Melalui program tersebut, pelanggan ditawarkan layanan internet gratis selama tiga bulan, akses menonton Piala Dunia melalui aplikasi FolaPlay, serta aktivasi digital melalui aplikasi IRA dan FolaPlay dengan biaya Rp100 ribu selama masa promosi.
Sebagai bagian dari roadmap ekspansi 2026, WIFI menyatakan akan terus memperluas penetrasi layanan IRA ke lebih banyak kota dan kabupaten di Indonesia.
Fokus pengembangan Perseroan diarahkan pada perluasan jaringan, peningkatan kualitas layanan, serta penyediaan internet rumah dengan harga yang lebih terjangkau.
WIFI merupakan emiten yang bergerak di sektor infrastruktur dan konektivitas digital melalui pengembangan jaringan serat optik nasional serta layanan fixed broadband berbasis Fiber-To-The-Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA).
Sementara itu, layanan IRA memanfaatkan teknologi 5G FWA pada spektrum 1,4 GHz yang dipadukan dengan jaringan Fiber-To-The-Home (FTTH).


