Sektor Tambang Logam Diproyeksi Menguat, ANTM dan NCKL Jadi Top Picks 2026
Kinerja emiten tambang logam diperkirakan membaik pada kuartal IV-2025 dan berlanjut ke 2026 seiring kenaikan ASP dan rencana pemangkasan produksi nikel. BRI Danareksa Sekuritas menaikkan rekomendasi sektor menjadi Overweight dengan ANTM dan NCKL sebagai pilihan utama.
Kuota produksi nikel Weda Bay 2026 dipangkas di tengah pengendalian RKAB nasional (Foto:Harita Nickel)
Emitenhub - Kinerja emiten tambang logam diproyeksikan menguat pada kuartal IV-2025. Perbaikan ini ditopang kenaikan average selling price serta ekspansi margin di tengah volume penjualan yang relatif terbatas. Dinamika harga menjadi penopang utama.
Dalam riset yang dirilis Rabu (11/2/2026), BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan sektor metal mining meningkat sekitar 9 persen secara kuartalan. Estimasi tersebut mencerminkan dorongan dari sisi harga komoditas.
Perbaikan kinerja tersebut didorong kenaikan harga komoditas serta langkah efisiensi biaya di sejumlah emiten. Kombinasi kedua faktor ini memperkuat struktur pendapatan dan beban usaha.
Secara profitabilitas, margin laba kotor diperkirakan berada di kisaran 17 persen. Margin laba bersih diproyeksikan sekitar 10,1 persen. Kenaikan average selling price menjadi faktor utama yang menopang ekspansi margin pada periode tersebut.
Pada level emiten, MBMA dan ANTM diproyeksikan mencatat kinerja relatif lebih baik pada kuartal IV-2025. MBMA didukung pemulihan High-Grade Nickel Matte dengan kenaikan average selling price sekitar 5 persen secara tahunan serta penurunan cash cost 9 persen.
ANTM juga diperkirakan memperoleh kontribusi kuat dari segmen nikel. Perseroan diproyeksikan membukukan laba sekitar 109 persen di atas estimasi sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan peningkatan kinerja yang signifikan pada periode tersebut.
Memasuki 2026, sektor tambang logam diperkirakan mendapat dorongan dari rencana pemangkasan produksi nikel sekitar 34 persen secara tahunan. Kebijakan tersebut dinilai dapat mengubah struktur pasar global dari surplus menuju defisit sehingga menopang harga komoditas. Perubahan pasokan menjadi faktor kunci.
Dalam skenario itu, ANTM dan NCKL dipandang sebagai pihak yang paling diuntungkan. Keduanya berpotensi memperoleh prioritas dalam persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), yang menjadi penentu kelangsungan produksi.
BRI Danareksa Sekuritas menaikkan rekomendasi sektor tambang logam menjadi Overweight. Urutan pilihan saham yang direkomendasikan adalah ANTM, disusul NCKL, TINS, dan INCO.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh juga menilai sejumlah saham tambang logam menarik dicermati dalam waktu dekat. Secara teknikal, beberapa emiten disebut mulai membentuk pola akumulasi yang relatif sehat.


