Saham

KIJA Operasikan Pabrik Mini LNG Rp284 Miliar di Pasuruan, Kapasitas Awal 2,5 MMSCFD

PT Jababeka Tbk (KIJA) mengoperasikan pabrik mini LNG di kawasan PIER Pasuruan dengan investasi USD16,9 juta. Fasilitas ini memiliki kapasitas awal 2,5 MMSCFD dan dapat ditingkatkan hingga 4 MMSCFD. Pabrik tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan energi industri yang lebih efisien dan rendah emisi.

1 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Pabrik mini LNG KIJA di PIER Pasuruan berkapasitas 2,5 MMSCFD

Kinerja keuangan KIJA 2025 laba dan pendapatan meningkat (Foto:KIJA)

Emitenhub - Langkah ekspansi energi dilakukan PT Jababeka Tbk (KIJA) dengan mengoperasikan pabrik mini liquefied natural gas (LNG) di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Pasuruan, Jawa Timur. Fasilitas ini menjadi bagian dari penguatan layanan infrastruktur kawasan industri yang dikelola perseroan.

Pembangunan pabrik tersebut menelan investasi USD16,9 juta atau sekitar Rp284,13 miliar dengan asumsi kurs Rp16.828 per dolar AS. Proyek ini dijalankan oleh entitas anak, PT Likuid Nusantara Gas (LNG).

Manajemen menyampaikan bahwa peresmian operasional mini LNG ini diharapkan memberi kontribusi positif terhadap kinerja usaha perseroan secara bertahap, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi, Kamis (12/2/2026).

Struktur kepemilikan PT LNG terdiri atas PT Jababeka

Infrastruktur sebesar 60%, sementara PT Fortius Development Asia dan pemegang saham perorangan masing-masing memiliki 20% saham.

Kapasitas awal pabrik mini LNG tersebut mencapai 2,5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), dengan ruang peningkatan produksi hingga 4 MMSCFD per hari. Angka ini mencerminkan fleksibilitas ekspansi sesuai kebutuhan pasar.

Fasilitas tersebut difungsikan sebagai pusat pengolahan sekaligus distribusi LNG untuk memenuhi kebutuhan energi sektor industri, terutama di wilayah Jawa Timur, Bali, dan sekitarnya.

Perseroan menargetkan kehadiran fasilitas ini dapat memperkuat pasokan energi industri yang lebih efisien serta beremisi lebih rendah, seiring meningkatnya kebutuhan energi bersih di kawasan industri.

Iklan