Saham

Laba KIJA Naik 16,5% di 2025, Pendapatan Tembus Rp5,15 Triliun

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan sepanjang 2025. Kinerja positif ini ditopang kenaikan penjualan, meski diiringi peningkatan beban usaha. Penguatan laba sebelum pajak serta pertumbuhan aset dan ekuitas mencerminkan kondisi keuangan yang relatif solid.

1 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja keuangan KIJA 2025 laba dan pendapatan meningkat

Kinerja keuangan KIJA 2025 laba dan pendapatan meningkat (Foto:KIJA)

Emitenhub.com - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatat laba bersih

yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp423,20 miliar atau Rp20,55 per saham sepanjang 2025. Capaian tersebut meningkat 16,5% dibandingkan laba Rp363,31 miliar atau Rp17,69 per saham pada tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha. Dalam laporan keuangan per Desember 2025, penjualan dan pendapatan jasa KIJA tercatat naik 11,96% menjadi Rp5,15 triliun, dari Rp4,60 triliun pada 2024.

Di sisi biaya, beban pokok penjualan dan pendapatan jasa meningkat 18,6% menjadi Rp3,12 triliun, dibandingkan Rp2,63 triliun pada tahun sebelumnya. Meski demikian, laba bruto perseroan tetap bertumbuh sekitar 3,05% menjadi Rp2,03 triliun pada 2025, dari Rp1,97 triliun pada 2024.

Setelah memperhitungkan seluruh beban, perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp961,53 miliar hingga akhir 2025. Nilai tersebut meningkat 17,10% dibandingkan Rp821,11 miliar pada 2024. Sementara laba neto tahun berjalan tercatat Rp857,12 miliar, naik 11,3% dari Rp770,06 miliar pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, posisi ekuitas KIJA tercatat Rp8,14 triliun per 31 Desember 2025, tumbuh 8,10% dibandingkan Rp7,53 triliun pada akhir 2024. Total liabilitas meningkat 6,80% menjadi Rp6,91 triliun, dari sebelumnya Rp6,47 triliun. Sejalan dengan itu, total aset perseroan bertambah 7,42% menjadi Rp15,05 triliun, dibandingkan Rp14,01 triliun pada akhir 2024.

Iklan