Saham

Laba BKSL Melonjak 4.686 Persen pada 2025, Saham Langsung Melesat 9,71 Persen

PT Sentul City Tbk (BKSL) mencatat lonjakan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp830,29 miliar pada 2025, naik 4.686 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang pertumbuhan pendapatan yang melesat ke Rp2,76 triliun dan langsung direspons positif oleh pasar dengan kenaikan saham 9,71 persen.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi pergerakan saham Sentul City BKSL usai lonjakan laba bersih 2025 dan kenaikan harga saham pada perdagangan 31 Maret 2026

Ilustrasi pergerakan saham Sentul City BKSL usai lonjakan laba bersih 2025 dan kenaikan harga saham pada perdagangan 31 Maret 2026

Emitenhub.com - Lonjakan laba bersih PT Sentul City Tbk (BKSL) pada 2025 berlangsung sangat tajam di tengah ekspansi pendapatan yang agresif. Kinerja ini menempatkan perseroan dalam fase pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan full-year 2025 yang terbit pada Selasa, 31 Maret 2026, BKSL mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp830,29 miliar. Nilai ini melonjak 4.686 persen secara tahunan dari Rp17,35 miliar pada 2024.

Penguatan tersebut ditopang oleh pendapatan yang melesat menjadi Rp2,76 triliun, tumbuh sekitar 271,02 persen secara tahunan dari Rp744,07 miliar. Sejalan dengan itu, laba bruto ikut naik menjadi Rp1,57 triliun dari Rp370,65 miliar, atau bertumbuh sekitar 323,62 persen secara tahunan.

Dari sisi operasional, BKSL membukukan laba usaha sebesar Rp1,05 triliun pada 2025. Angka ini melonjak sekitar 4.312 persen secara tahunan dari Rp23,79 miliar pada tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, beban penjualan tercatat Rp75,34 miliar, beban umum dan administrasi Rp225,47 miliar, serta beban operasional lainnya Rp196,38 miliar, dengan tambahan pendapatan operasi lainnya sebesar Rp41,11 miliar.

Laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp842,65 miliar, naik sekitar 4.524 persen secara tahunan dari Rp18,22 miliar. Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp9,79 miliar, laba neto tahun berjalan tercatat Rp832,86 miliar. Nilai ini tumbuh sekitar 5.878 persen dibandingkan Rp13,93 miliar pada 2024.

Pada sisi neraca, total aset BKSL hingga akhir 2025 tercatat Rp21,26 triliun, turun sekitar 2,83 persen secara tahunan dari Rp21,88 triliun. Liabilitas menyusut menjadi Rp5,26 triliun dari Rp6,03 triliun atau turun sekitar 12,77 persen, sementara ekuitas tercatat Rp15,99 triliun dibandingkan Rp21,18 triliun pada tahun sebelumnya.

Beriringan dengan terbitnya laporan keuangan tahun penuh 2025, saham BKSL pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026, ditutup menguat 9,71 persen atau naik 10 poin ke level Rp112. Respons ini menunjukkan laporan keuangan perseroan langsung mendapat perhatian pelaku pasar.

Iklan