Saham

SSIA Balik Ngebut! Pendapatan Tembus Rp1,44 Triliun, EBITDA Melonjak 649%

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat pendapatan konsolidasian Rp1,446 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 35 persen secara tahunan. Kinerja perseroan ditopang lonjakan segmen properti, EBITDA yang melesat 649 persen, serta laba bersih Rp89 miliar.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja SSIA kuartal I 2026 dengan pendapatan Rp1,44 triliun dan EBITDA melonjak 649 persen

Kinerja SSIA kuartal I 2026 dengan pendapatan Rp1,44 triliun dan EBITDA melonjak 649 persen (Foto:SSIA)

Emitenhub.com - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan pendapatan konsolidasian Rp1,446 triliun pada kuartal I-2026. Angka tersebut tumbuh 35,0 persen secara tahunan dan menandai kembalinya perseroan ke jalur pertumbuhan.

VP of Investor Relations & Corporate Communications SSIA, Erlin Budiman, menyampaikan kinerja keuangan perseroan terutama ditopang segmen properti. Segmen ini mencatat lonjakan 202,1 persen menjadi Rp494,9 miliar pada kuartal I-2026.

Segmen perhotelan juga mencatat momentum positif dengan pertumbuhan 59,2 persen secara tahunan menjadi Rp162,5 miliar. Kenaikan tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan serta peningkatan permintaan.

Segmen konstruksi membukukan pendapatan Rp835,5 miliar pada periode yang sama. Erlin menjelaskan, segmen ini mengalami sedikit perlambatan akibat periode libur Idulfitri pada Maret, yang sementara menahan pelaksanaan proyek, pengakuan pendapatan, dan aktivitas work in progress.

Laba kotor SSIA ikut meningkat seiring pertumbuhan pendapatan pada kuartal I-2026. Perseroan mencatat laba kotor Rp451,9 miliar, naik 125,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen properti menjadi pendorong utama dengan lonjakan laba kotor 295,9 persen menjadi Rp273,9 miliar. Segmen perhotelan tumbuh 75,7 persen menjadi Rp83,9 miliar, sementara segmen konstruksi mencatat kenaikan moderat 5,9 persen dengan laba kotor Rp98,8 miliar.

EBITDA SSIA pada kuartal I-2026 mencapai Rp271,8 miliar atau tumbuh 649,0 persen secara tahunan. Capaian ini bahkan telah melampaui realisasi sepanjang FY25. Kontribusi terbesar berasal dari segmen properti sebesar Rp240,7 miliar, disusul segmen konstruksi Rp64,7 miliar.

Segmen perhotelan masih mencatat EBITDA negatif Rp9 miliar, seiring pembukaan Paradisus by Meliá Bali pada Februari 2026. Di sisi laba bersih, SSIA membukukan Rp89 miliar pada kuartal I-2026, ditopang laba bersih segmen properti Rp196,1 miliar dan segmen konstruksi Rp40,1 miliar.

Segmen perhotelan mencatat rugi bersih Rp59,4 miliar pada kuartal I-2026. Namun, kondisi tersebut masih sesuai dengan proyeksi perseroan, karena bisnis perhotelan ditargetkan beroperasi lebih optimal dan menghasilkan pendapatan lebih tinggi sepanjang sisa 2026.

Dari sisi kas, posisi kas SSIA tercatat Rp1,140 triliun pada kuartal I-2026. Angka ini turun 19,9 persen dari Rp1,424 triliun pada FY25, terutama dipengaruhi pembayaran bunga terkait renovasi Paradisus by Meliá Bali serta biaya pengembangan lahan.

Utang berbunga perseroan mencapai Rp2,350 triliun pada kuartal I-2026. Nilai tersebut meningkat 7,4 persen dari Rp2,189 triliun pada FY25. Rasio utang terhadap ekuitas atau gearing ratio SSIA tercatat sebesar 28,5 persen.

Iklan