Saham

Laba TLKM Anjlok 22%, Beban Operasional Melonjak Meski Pendapatan Naik

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat pertumbuhan pendapatan pada kuartal I 2026, namun lonjakan beban usaha menekan profitabilitas. Laba bersih turun 21,7% menjadi Rp4,3 triliun meski arus kas operasi dan posisi kas menunjukkan penguatan.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja keuangan TLKM kuartal I 2026 menunjukkan penurunan laba meski pendapatan dan arus kas meningkat

Kinerja keuangan TLKM kuartal I 2026 menunjukkan penurunan laba meski pendapatan dan arus kas meningkat (Foto:TLKM)

Emitenhub.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membukukan pertumbuhan pendapatan pada kuartal I 2026 meski di tengah peningkatan beban usaha. Kinerja tersebut menunjukkan bisnis inti Perseroan masih mampu mencatatkan ekspansi pada awal tahun.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang dirilis Jumat (29/5/2026), pendapatan usaha Telkom mencapai Rp37,19 triliun. Angka tersebut tumbuh 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp36,64 triliun.

Segmen B2C melalui Telkomsel tetap menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan mencapai Rp27,02 triliun atau setara 72,7% dari total pendapatan Perseroan.

Sementara itu, segmen B2B ICT membukukan pendapatan Rp3,09 triliun. Segmen Internasional menyumbang Rp2,8 triliun, diikuti B2B Infra sebesar Rp2,35 triliun, sedangkan segmen lainnya berkontribusi Rp1,92 triliun terhadap total pendapatan perusahaan.

Kenaikan pendapatan belum mampu mengimbangi lonjakan biaya operasional yang terjadi pada kuartal I 2026. Tekanan terbesar berasal dari beban usaha yang meningkat 15,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban operasi dan pemeliharaan tercatat naik 17,2% menjadi Rp6,58 triliun. Selain itu, beban sewa sirkit dan Customer Premise Equipment (CPE) melonjak 39% menjadi Rp1,15 triliun.

Laba usaha Telkom tercatat sebesar Rp8,9 triliun pada kuartal I 2026. Angka tersebut turun 12% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan margin laba usaha menyusut dari 28% menjadi 24%.

Laba bersih Telkom juga mengalami penurunan 21,7% menjadi Rp4,3 triliun. Margin laba bersih terkoreksi dari 15,3% menjadi 11,7%.

Di tengah tekanan profitabilitas, arus kas dari aktivitas operasi justru menunjukkan pertumbuhan. Hingga akhir Maret 2026, arus kas operasi mencapai Rp17,29 triliun atau meningkat 3,06% dari Rp16,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain.

Belanja modal atau capital expenditure (capex) Telkom pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp4,39 triliun. Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,10 triliun.

Posisi keuangan Perseroan menunjukkan perbaikan hingga akhir Maret 2026. Kas dan setara kas meningkat 9,7% menjadi Rp37,55 triliun dibandingkan posisi akhir 2025.

Liabilitas Telkom turun 2,2% menjadi Rp134,14 triliun, didorong oleh penurunan utang usaha kepada pihak ketiga serta utang jangka pendek.

Sementara itu, ekuitas tumbuh 2,9% menjadi Rp134,49 triliun. Dengan perkembangan tersebut, total aset Perseroan naik 0,8% menjadi Rp289,9 triliun per 31 Maret 2026.

Iklan