Laba Bersih DWGL Melonjak 89,74 Persen pada 2025, Saham Ikut Naik ke Rp274
PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL) mencatat lonjakan laba bersih 89,74 persen sepanjang 2025 menjadi Rp224,67 miliar. Kenaikan itu ditopang pertumbuhan pendapatan, pelebaran laba bruto, serta penguatan laba operasional, sementara saham DWGL ikut menguat pada perdagangan usai laporan keuangan terbit.
Ilustrasi kinerja keuangan PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL) yang mencatat lonjakan laba bersih pada 2025 (Foto:DWGL)
Emitenhub.com - Kinerja laba bersih PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL) melonjak sepanjang 2025. Capaian ini menandai pertumbuhan keuntungan yang hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam laporan keuangan yang terbit Jumat (13/3/2026) untuk periode hingga 31 Desember 2025, laba tahun berjalan emiten jasa pertambangan itu tercatat sebesar Rp224,67 miliar. Nilai tersebut naik 89,74 persen secara year on year (yoy) dari Rp118,41 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penguatan kinerja juga terlihat pada laba per saham dasar dan dilusian atau earnings per share (EPS). Nilainya meningkat menjadi Rp24,28 dari sebelumnya Rp12,8, atau tumbuh sekitar 89,69 persen yoy.
Dari sisi pendapatan, DWGL membukukan penjualan sebesar Rp3,49 triliun, naik 4,80 persen yoy dibandingkan Rp3,33 triliun. Pertumbuhan itu terjadi di tengah kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp3,08 triliun dari sebelumnya Rp3,01 triliun, atau bertambah 2,33 persen yoy.
Kenaikan biaya produksi tidak menghalangi pelebaran ruang laba DWGL. Laba bruto perseroan tercatat Rp406,99 miliar, tumbuh 26,09 persen yoy dari Rp322,74 miliar.
Perbaikan margin turut menopang kinerja operasional perusahaan. Laba operasional DWGL tercatat sebesar Rp348,06 miliar, naik 29,00 persen yoy dibandingkan Rp269,81 miliar pada tahun sebelumnya.
Pada level yang lebih bawah, laba sebelum pajak atau EBITDA tercatat Rp283,08 miliar. Nilai ini melonjak 88,92 persen yoy dari Rp149,85 miliar.
Dari sisi neraca, total aset DWGL mencapai Rp1,99 triliun pada akhir 2025. Posisi itu meningkat 24,38 persen yoy dibandingkan Rp1,60 triliun pada akhir 2024.
Kenaikan biaya produksi tidak menghalangi pelebaran ruang laba DWGL. Laba bruto perseroan tercatat Rp406,99 miliar, tumbuh 26,09 persen yoy dari Rp322,74 miliar.
Perbaikan margin turut menopang kinerja operasional perusahaan. Laba operasional DWGL tercatat sebesar Rp348,06 miliar, naik 29,00 persen yoy dibandingkan Rp269,81 miliar pada tahun sebelumnya.
Pada level yang lebih bawah, laba sebelum pajak atau EBITDA tercatat Rp283,08 miliar. Nilai ini melonjak 88,92 persen yoy dari Rp149,85 miliar.
Dari sisi neraca, total aset DWGL mencapai Rp1,99 triliun pada akhir 2025. Posisi itu meningkat 24,38 persen yoy dibandingkan Rp1,60 triliun pada akhir 2024.


