Saham

BFI Finance Perpanjang Buyback Saham, Siapkan Dana Rp100 Miliar

BFI Finance kembali memperpanjang periode buyback saham selama tiga bulan ke depan dengan dana maksimal Rp100 miliar. Aksi ini dilakukan tanpa RUPS di tengah kondisi pasar yang dinilai masih volatil.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi pergerakan saham BFIN dan aksi buyback saham

Ilustrasi pergerakan saham BFIN dan aksi buyback saham (Foto:BFIN)

Emitenhub - PT BFI Finance Tbk (BFIN) kembali memperpanjang periode pembelian kembali saham untuk tiga bulan ke depan. Aksi korporasi ini ditempuh sebagai langkah menjaga stabilitas pergerakan harga saham perseroan di Bursa Efek Indonesia.

Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi, menyampaikan perseroan menyiapkan dana maksimal Rp100 miliar untuk pelaksanaan buyback saham BFIN di pasar reguler. Alokasi dana tersebut telah mencakup biaya perantara pedagang efek serta biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.

Manajemen menyatakan pelaksanaan buyback saham tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha perseroan. Pernyataan ini disampaikan dalam keterbukaan informasi pada Jumat (20/2/2026).

Keputusan pembelian kembali saham dilakukan tanpa melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kebijakan ini mengacu pada POJK 13/20023 serta Surat Edaran OJK No. S-102/D.04/2025 yang mengatur pelaksanaan buyback dalam kondisi pasar modal dengan volatilitas tinggi hingga 17 Maret 2026.

BFI Finance berencana melaksanakan pembelian kembali saham hingga tiga bulan ke depan, terhitung mulai 23 Februari 2026. Perseroan menyebutkan aksi buyback tersebut dapat dihentikan lebih awal dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Manajemen menyampaikan pembelian kembali saham akan dilakukan pada level harga yang dinilai baik dan wajar oleh perseroan.

Sebagai catatan, BFI Finance sebelumnya telah merealisasikan buyback saham dengan nilai Rp147,3 miliar. Jumlah saham yang dibeli mencapai 190 juta saham, sehingga harga rata-rata pembelian berada di level Rp775 per saham, lebih tinggi dibandingkan harga saham BFIN di pasar reguler yang berada di kisaran Rp740.

Pembelian saham terakhir oleh perseroan dilakukan pada 31 Oktober 2025. Hingga kini, belum terdapat tambahan transaksi buyback, meskipun sisa dana yang belum terealisasi masih mencapai Rp352 miliar dari total anggaran awal sebesar Rp500 miliar.

Dalam kebijakan terbaru, alokasi dana buyback tersebut dipangkas menjadi Rp100 miliar. Dengan realisasi pembelian yang telah dilakukan, porsi saham treasuri BFI Finance kini tercatat sebesar 1,26 persen dari total saham yang beredar.

Iklan