MPPA Gelar Rights Issue Jumbo, Terbitkan 24 Miliar Saham Baru
MPPA mengumumkan rencana rights issue jumbo melalui penerbitan 24 miliar saham baru. Dana hasil HMETD akan digunakan untuk akuisisi aset properti dan penguatan struktur permodalan di tengah tekanan kinerja.
Ilustrasi gerai Hypermart dan rencana rights issue MPPA
Emitenhub - Pengelola jaringan ritel Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dalam skala besar.
Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan berencana menerbitkan hingga 24 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Dana hasil Penambahan Modal dengan HMETD (PMHMETD) VIII, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk pembelian sejumlah aset properti yang tersebar di berbagai wilayah.
Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan pada Kamis (19/2/2026), salah satu aset yang akan diakuisisi adalah bangunan seluas 16.138 meter persegi yang berlokasi di Mall City of Tomorrow, Jawa Timur. Aset tersebut dimiliki oleh pihak afiliasi, PT Citra Cito Perkasa.
Selain aset tersebut, perseroan juga merencanakan pembelian tanah seluas 6.704 meter persegi beserta bangunan 15.848 meter persegi yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Aset ini dimiliki oleh PT Panca Megah Utama.
MPPA turut menargetkan akuisisi tanah seluas 8.001 meter persegi dan bangunan dengan luas 26.657 meter persegi di Bogor, Jawa Barat, yang saat ini dimiliki oleh PT Surya Asri Lestari. Sementara di Yogyakarta, perseroan berencana mengambil alih tanah seluas 1.658 meter persegi serta bangunan 5.382 meter persegi di kawasan Gedongtengen dari PT Nusa Malioboro Indah.
Rencana penggunaan dana juga mencakup pembelian tanah seluas 38.169 meter persegi yang berlokasi di Kawasan Industri Graha Balaraja, Tangerang, Banten. Aset tersebut dimiliki oleh PT Balaraja Sentosa.
Selain itu, perseroan berencana membeli tanah seluas 2.056 meter persegi beserta bangunan 1.659 meter persegi di Bogor dari PT Surya Asri Lestari. Sisa dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk modal kerja dan/atau penyertaan modal kepada entitas anak guna mendukung operasional serta pengembangan usaha.
Apabila HMETD tidak dilaksanakan oleh seluruh pemegang saham, PT Multipolar Tbk (MLPL) sebagai pemegang saham utama akan melaksanakan seluruh haknya sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer).
MLPL menyatakan komitmen untuk menyerap sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang HMETD hingga maksimal 7.566.400.000 saham. Seluruh pembelian tersebut akan dilakukan secara tunai.
Manajemen menilai pelaksanaan PMHMETD VIII akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi perseroan.
Aksi penambahan modal ini ditujukan untuk mendukung pengembangan bisnis, meningkatkan pendapatan serta profitabilitas, sekaligus memperbaiki prospek usaha ke depan guna menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Rencana penambahan modal tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 30 Maret 2026.
Sebagai konteks, MPPA masih berada di bawah tekanan kinerja. Sepanjang 2025, perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp152 miliar, sehingga posisi ekuitas berada pada level negatif Rp4 miliar.
Di sisi struktur keuangan, liabilitas berbunga perseroan juga tergolong tinggi dengan total mencapai Rp980 miliar. Kondisi ini menjadikan rights issue sebagai langkah strategis untuk memperkuat permodalan sekaligus menjaga likuiditas perseroan.


