Saham

ELPI Rights Issue Rp739,35 Miliar, GMT Kapital Asia Siap Serap HMETD Pengendali

PT Pelayaran Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) akan menggelar rights issue senilai Rp739,35 miliar dengan menerbitkan 2,11 miliar saham baru pada harga Rp350 per lembar. GMT Kapital Asia disebut akan melaksanakan HMETD dari pemegang saham utama, sementara dana hasil aksi korporasi ini diarahkan untuk pembayaran liabilitas jangka pendek, pengadaan kapal, dan likuiditas operasional.

3 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Ilustrasi rights issue PT Pelayaran Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) senilai Rp739,35 miliar untuk pengadaan kapal dan pembayaran liabilitas

ELPI pinjaman Rp633,4 miliar beli kapal MPSV multi purpose support vessel ETC (Foto:ELPI)

Emitenhub.com - PT Pelayaran Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) menyiapkan aksi right issue senilai Rp739,35 miliar. Perseroan akan menawarkan 2,11 miliar saham baru bernominal Rp100 per saham dengan harga pelaksanaan Rp350 per lembar.

Jumlah saham baru yang diterbitkan setara 22,18 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Penawaran itu menggunakan rasio 200:57, yang berarti setiap pemegang 200 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 5 Mei 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 57 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak untuk menebus paling banyak 1 saham baru.

Kreasi Cipta Timur (KCT), pemegang 6.104.700.000 saham atau setara 82,36 persen, akan memperoleh 1.739.839.500 HMETD. Berdasarkan surat pernyataan tertanggal 11 Maret 2026, KCT tidak akan melaksanakan HMETD tersebut dan mengalihkan seluruhnya kepada GMT Kapital Asia (GKA). Sementara itu, Tan Christian Taniputra (TCT), pemilik 189.000.000 saham atau 2,55 persen, akan mendapatkan 53.865.000 HMETD.

Eka Taniputra (ET), yang memiliki 6.300.000 saham atau setara 0,09 persen, berhak atas 1.795.500 HMETD. Berdasarkan surat pernyataan 11 Maret 2026, TCT dan ET sama-sama tidak akan melaksanakan HMETD yang dimiliki dan seluruh hak tersebut akan dialihkan kepada GKA.

Berdasarkan surat pernyataan 10 Maret 2026, GKA akan melaksanakan seluruh HMETD yang berasal dari KCT, TCT, dan ET dengan total 1.795.500.000 HMETD. Dalam pernyataan yang sama, GKA juga menegaskan kesiapan untuk menyerap saham yang diterbitkan perseroan dari pengalihan hak tersebut serta menyatakan memiliki dana yang cukup untuk memenuhi komitmen itu.

Apabila terdapat sisa saham baru yang tidak dilaksanakan pemegang HMETD, PT Binaartha Sekuritas akan bertindak sebagai pembeli siaga. Perusahaan efek tersebut siap menyerap seluruh sisa saham baru, atau paling banyak 316.920.000 saham. Kesiapan dana untuk menjalankan komitmen itu telah dinyatakan dalam surat pernyataan tertanggal 11 Maret 2026.

Dana hasil right issue akan digunakan untuk beberapa kebutuhan utama. Sekitar 14 persen atau setara Rp103,78 miliar dialokasikan untuk pembayaran liabilitas jangka pendek pada 2026 dan 2028, dengan asumsi tidak terdapat perubahan signifikan atas kebijakan fiskal. Selanjutnya, sekitar 79 persen akan digunakan sebagai belanja modal untuk pengadaan offshore support vessel milik perseroan, entitas anak, dan/atau afiliasi.

Rencana penggunaan belanja modal itu mencakup realisasi pembelian kapal melalui joint venture dengan pihak ketiga senilai estimasi Rp359,81 miliar. Selain itu, perseroan juga menyiapkan pembelian kapal dengan estimasi Rp158 miliar. Sisa sekitar 7 persen atau setara Rp50 miliar akan dialokasikan untuk likuiditas umum dan belanja modal yang mencakup biaya operasional, termasuk biaya docking, bahan bakar, keagenan, serta kebutuhan operasional lainnya.

Jadwal right issue perseroan telah ditetapkan. Cum right di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 30 April 2026, ex right di pasar reguler dan negosiasi pada 4 Mei 2026, cum right di pasar tunai pada 5 Mei 2026, dan ex right di pasar tunai pada 6 Mei 2026. Recording date dijadwalkan pada 5 Mei 2026, distribusi pada 6 Mei 2026, serta pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia pada 7 Mei 2026.

Iklan