Saham

Kinerja Operasional RMKO Meningkat Awal 2026, Volume TLS dan Hauling Road Melonjak

PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) mencatat peningkatan kinerja operasional pada Januari 2026 seiring beroperasinya penuh fasilitas hauling road milik PT RMK Energy Tbk (RMKE). Lonjakan volume terlihat pada Train Loading System (TLS) dan angkutan hauling road, didukung sinergi intra-grup serta kebijakan daerah yang membatasi angkutan batubara di jalan umum.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Aktivitas hauling road dan Train Loading System RMKO di Sumatera Selatan

Aktivitas hauling road dan Train Loading System RMKO di Sumatera Selatan (Foto:RMKO)

Emitenhub - PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) membuka awal 2026 dengan perbaikan aktivitas operasional, sejalan dengan pemanfaatan sinergi intra-grup bersama PT RMK Energy Tbk (RMKE) setelah fasilitas jalan hauling batubara beroperasi penuh. Akses logistik yang lebih lancar memberi ruang bagi peningkatan ritme kerja sejak Januari.

RMKO menjalankan layanan kontraktor tambang dan penyewaan alat berat dengan memanfaatkan hauling road milik RMKE yang menghubungkan beberapa area tambang di Sumatera Selatan. Infrastruktur tersebut mendorong kenaikan volume operasional pada awal tahun.

Dari lini penyewaan alat berat, arus muatan melalui Train Loading System (TLS) menunjukkan lonjakan tajam. Sepanjang Januari 2026, volume TLS RMKO mencapai 200 ribu ton, meningkat 3,7 kali lipat dibandingkan 42,9 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Manajemen memasang target peningkatan skala operasional sepanjang tahun berjalan. Direktur RMKO William Saputra menyampaikan perseroan membidik volume TLS sebesar 3,6 juta ton serta volume angkutan melalui hauling road mencapai 1,8 juta ton, sebagaimana tertuang dalam siaran rilis yang diterima Kamis (19/02/2026).

Kinerja tersebut turut diperkuat oleh peningkatan angkutan melalui hauling road yang tumbuh 80,8 persen secara tahunan, dari 16,3 ribu ton menjadi 29,5 ribu ton. Selain volume yang ditangani langsung oleh RMKO, kenaikan TLS juga ditopang aktivitas pengangkutan pihak ketiga yang memanfaatkan jalur hauling yang sama.

Di segmen jasa pertambangan, RMKO mulai menangani tambang milik pihak ketiga yang sebelumnya telah menjadi pelanggan RMKE sejak 2025. Perseroan menawarkan layanan terintegrasi, mencakup overburden (OB) removal hingga produksi batubara, serta memiliki opsi pembelian stok batubara di mulut tambang sebagai bagian dari skema kerja sama.

Manajemen menilai operasional penuh hauling road, ditambah kebijakan pemerintah daerah yang melarang penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara sejak 1 Januari 2026, menjadi penopang keberlanjutan volume angkutan melalui jalur khusus. Kondisi ini menempatkan infrastruktur hauling sebagai sarana distribusi utama batubara di area operasional perseroan.

Memasuki 2026, RMKO mengarahkan ekspansi skala operasi melalui penguatan sinergi bersama RMKE serta optimalisasi utilisasi infrastruktur yang tersedia. Perseroan menetapkan target volume TLS sebesar 3,6 juta ton dan volume angkutan hauling road mencapai 1,8 juta ton sepanjang tahun.

Strategi tersebut diarahkan untuk mendorong pergeseran dari fase investasi menuju fase operasional yang lebih matang. Fokus utama berada pada peningkatan volume kerja dan kontribusi yang lebih stabil terhadap kinerja keuangan perseroan.

Iklan