Saham

EMAS Tarik 1,4 Miliar Saham Treasuri, Saham Beredar Menyusut 8,95%

PT Merdeka Gold Resources Tbk berencana menarik kembali 1,4 miliar saham treasuri melalui pengurangan modal. Langkah ini akan menurunkan jumlah saham beredar dan berdampak pada rasio per saham tanpa mengubah fundamental perusahaan.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
EMAS tarik saham treasuri pengurangan modal

EMAS tarik saham treasuri pengurangan modal (Foto:EMAS)

Emitenhub - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan rencana penarikan kembali saham treasuri sebanyak 1,4 miliar saham atau setara 8,95 persen dari total saham perseroan. Aksi korporasi ini diarahkan pada penyesuaian struktur permodalan perusahaan.

Penarikan saham tersebut akan dilakukan melalui mekanisme pengurangan modal ditempatkan dan disetor. Dengan langkah ini, jumlah saham EMAS yang tercatat di Bursa Efek Indonesia akan berkurang menjadi sekitar 14,7 miliar saham.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Selasa (24/2/2026), rencana tersebut telah memperoleh persetujuan dari Bursa Efek Indonesia serta mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 10 Desember 2025.

Dari sisi fundamental, perseroan menegaskan bahwa aksi pengurangan modal ini tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Aksi ini dilakukan untuk menurunkan jumlah saham beredar atau outstanding shares. Dengan berkurangnya saham yang beredar di pasar, porsi kepemilikan masing-masing pemegang saham akan meningkat secara proporsional.

Dari sudut pandang pasar modal, pengurangan jumlah saham beredar tersebut berdampak langsung pada perhitungan rasio per saham, termasuk laba per saham atau earnings per share (EPS), seiring menyusutnya basis saham yang digunakan dalam perhitungan, tanpa mengubah kinerja fundamental perseroan.

Hingga Selasa (24/2/2026), harga saham EMAS tercatat terkoreksi 0,89 persen ke level Rp8.325. Koreksi tersebut terjadi setelah saham perseroan sempat melesat 6,33 persen pada perdagangan awal pekan.

Iklan