GOTO Siapkan Buyback Rp3,5 Triliun, Saham Masih Nyangkut di Gocap
GOTO kembali menyiapkan buyback saham dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 18 Juni 2026. Aksi ini muncul saat saham GOTO masih bertahan di level Rp50 dan terkoreksi lebih dari 21 persen sejak awal tahun.
Pergerakan saham GOTO stagnan di Rp50 saat MSCI memberikan perlakuan khusus akibat likuiditas rendah (Foto:GOTO)
Emitenhub.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menyiapkan aksi pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun. Rencana ini menjadi salah satu agenda korporasi yang akan dimintakan persetujuan pemegang saham.
Persetujuan buyback akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Senin, 11 Mei 2026, pelaksanaan buyback direncanakan berlangsung mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.
Perseroan menegaskan jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Batas tersebut sudah memperhitungkan saham treasuri yang dimiliki GOTO saat ini.
Per 30 April 2026, GOTO tercatat memiliki saham treasuri sebanyak 39,29 miliar saham. Jumlah tersebut setara 3,30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Manajemen menyatakan dana buyback tidak berasal dari hasil penawaran umum maupun pinjaman dalam bentuk apa pun. Dengan begitu, aksi korporasi ini tidak akan membebani struktur pendanaan perseroan.
Buyback juga dinilai memberi fleksibilitas bagi GOTO dalam mengelola modal. Langkah ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan struktur permodalan perusahaan dan mendukung performa harga saham.
Hingga Senin, 11 Mei 2026, saham GOTO masih berada di level Rp50 sejak awal Mei. Dalam tiga bulan terakhir, saham emiten ride-hailing itu terkoreksi 15,25 persen dan melemah 21,88 persen secara year to date.


