GOTO Akhirnya Buka Suara! Danantara Diam-Diam Borong Saham di Tengah Isu Ojol
GOTO mengonfirmasi Danantara membeli saham perseroan di tengah sorotan kebijakan pemerintah terkait potongan aplikator ojol. Perseroan menyebut aksi tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perusahaan.
Pergerakan saham GOTO stagnan di Rp50 saat MSCI memberikan perlakuan khusus akibat likuiditas rendah (Foto:GOTO)
Emitenhub.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memberikan penjelasan terkait masuknya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai pemegang saham perseroan. Klarifikasi ini muncul di tengah perhatian pasar terhadap arah kebijakan pemerintah pada industri ojek online.
Penjelasan tersebut disampaikan setelah beredarnya pemberitaan yang mengaitkan kepemilikan saham Danantara dengan wacana pembatasan potongan aplikator di bawah 10 persen. Isu tersebut menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan model bisnis platform transportasi daring.
Dalam surat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 5 Mei 2025, GOTO membenarkan adanya pembelian saham oleh Danantara melalui pasar reguler. Namun, akumulasi kepemilikan saham tersebut masih berada di bawah 1 persen.
Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani, menyampaikan Danantara telah membeli sejumlah saham perseroan melalui Bursa dengan porsi kurang dari 1 persen dari total saham yang diterbitkan.
Masuknya Danantara dinilai perseroan sebagai bentuk kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis GOTO. Dari perspektif pasar modal, keterlibatan lembaga investasi negara turut menjadi perhatian pelaku pasar terhadap arah jangka panjang perusahaan.
Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani, menyatakan perseroan menyambut baik investasi tersebut sebagaimana investasi dari pemegang saham lainnya. Menurutnya, langkah itu mencerminkan kepercayaan berkelanjutan terhadap kinerja dan prospek usaha GOTO.
Ia menambahkan kepercayaan investor, termasuk dari Danantara, menjadi dorongan bagi perseroan untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan memperkuat tata kelola perusahaan. GOTO juga menegaskan komitmennya menjalankan kegiatan usaha secara profesional dan berlandaskan prinsip good corporate governance.
GOTO menegaskan seluruh kewajiban pelaporan kepemilikan saham telah dijalankan sesuai ketentuan regulator. Sejak Maret 2026, perseroan rutin menyampaikan laporan kepemilikan saham kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya untuk pemegang saham dengan kepemilikan di kisaran 1 persen hingga 5 persen.
Perseroan menjelaskan data kepemilikan tersebut bersifat terbatas dan hanya disampaikan kepada otoritas bursa. Informasi kepemilikan saham di atas 1 persen yang dapat diakses publik tersedia melalui pengumuman resmi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di situs Bursa Efek Indonesia.
Isu kepemilikan saham Danantara muncul di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap sektor transportasi online. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan May Day di Monumen Nasional mendorong potongan aplikator terhadap mitra pengemudi dapat ditekan hingga di bawah 10 persen guna meningkatkan kesejahteraan driver.
Perubahan kebijakan potongan komisi aplikator mulai berlaku setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026. Regulasi tersebut menetapkan batas maksimal komisi sebesar 8 persen, lebih rendah dibandingkan skema sebelumnya yang berada di kisaran 10 hingga 20 persen.
Struktur pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk saat ini didominasi publik dengan porsi sekitar 912,55 miliar saham atau setara 76,61 persen. SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd. menggenggam 91,10 miliar saham atau 7,65 persen, sementara Taobao China Holding Limited memiliki 88,53 miliar saham atau 7,43 persen.
Perseroan juga mencatat saham treasury sebesar 37,44 miliar saham atau 3,14 persen. PT Saham Anak Bangsa memiliki 26,89 miliar saham atau 2,26 persen. Pendiri perusahaan William Tanuwijaya tercatat menguasai total 12,59 miliar saham atau 1,06 persen melalui beberapa entitas, ditambah kepemilikan lain sebesar 2,13 miliar saham atau 0,18 persen.
Melissa Siska Juminto tercatat memiliki 4,04 miliar saham atau setara 0,34 persen, serta tambahan 1,09 miliar saham atau 0,09 persen. Kevin Bryan Aluwi menggenggam 3,27 miliar saham atau 0,27 persen.
Masyarakat warkat memiliki 2,86 miliar saham atau 0,24 persen. Dari jajaran direksi dan komisaris, Andre Soelistyo tercatat menguasai 6,73 miliar saham atau 0,57 persen. Hans Patuwo memiliki 763,02 juta saham atau 0,07 persen, sementara Catherine Hindra memegang 493,72 juta saham atau 0,04 persen.
Santoso Kartono tercatat memiliki 394,01 juta saham atau 0,03 persen. Agus D.W. Martowardojo menguasai 169,59 juta saham atau 0,01 persen. Monica Lynn Mulyanto memiliki 66,90 juta saham atau 0,01 persen, sedangkan Sudhanshu Raheja menggenggam 33,86 juta saham dengan porsi di bawah 0,0001 persen.


