Saham

Laba BBNI Tertekan di 2025, Analis Bidik Target Harga Rp5.050

BNI mencatat penurunan laba bersih pada 2025 akibat kenaikan biaya pencadangan dan tekanan margin bunga. Meski demikian, analis memproyeksikan pemulihan moderat pada 2026 dan mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp5.050 per saham.

2 menit membaca
R
Oleh Rio Henanto
Kinerja laba dan target harga saham BBNI

Kinerja laba dan target harga saham BBNI (Foto:BBNI)

Emitenhub.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat kinerja yang menghadapi tekanan sepanjang 2025, tercermin dari penurunan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya.

Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, Ezaridho Ibnutama, menyampaikan bahwa BNI membukukan laba bersih sebesar Rp20 triliun pada tahun buku 2025. Perolehan tersebut turun 6,6 persen secara tahunan.

Tekanan laba terutama berasal dari peningkatan biaya pencadangan. Sepanjang kuartal keempat 2025, manajemen BNI memilih pendekatan yang lebih konservatif dalam membentuk cadangan.

Menurut Ezaridho, kontraksi laba bersih BBNI terjadi seiring kenaikan biaya pencadangan akibat langkah kehati-hatian manajemen dalam menjaga kualitas aset.

Selain pencadangan, tekanan juga datang dari sisi margin. Marjin Bunga Bersih atau Net Interest Margin (NIM) BNI turun menjadi 3,8 persen pada 2025, dari 4,2 persen pada tahun sebelumnya.

Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income (NII) relatif stabil meski turun tipis 0,4 persen menjadi Rp40,3 triliun. Pelemahan tersebut tertahan oleh kontribusi positif dari pendapatan operasional lainnya.

Pendapatan non-bunga tercatat tumbuh 5,2 persen menjadi Rp24,6 triliun. Kinerja ini ditopang oleh peningkatan pendapatan berulang dari biaya dan komisi, serta pendapatan perdagangan yang lebih tinggi.

Di sisi biaya, beban operasional naik moderat 6,0 persen menjadi Rp30,9 triliun. Kondisi ini menekan Laba Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) yang turun 6,6 persen menjadi Rp34,12 triliun.

Menatap 2026, NH Korindo Sekuritas Indonesia memperkirakan kinerja PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan menunjukkan pemulihan terbatas. Laba bersih diproyeksikan tumbuh 3,1 persen menjadi Rp20,7 triliun, ditopang oleh stabilnya kualitas aset serta perbaikan struktur pendanaan.

Meski demikian, tekanan terhadap margin diperkirakan belum sepenuhnya mereda. NIM BNI diproyeksikan turun ke level 3,6 persen seiring potensi penurunan suku bunga dan ketatnya persaingan harga di industri perbankan.

Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, Ezaridho Ibnutama, menyampaikan bahwa pertumbuhan laba bersih 2026 diperkirakan tetap bersifat moderat dengan dukungan kualitas aset yang terjaga serta biaya operasional yang lebih terkendali.

Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, NH Korindo Sekuritas menilai saham BBNI masih memiliki daya tarik. Rekomendasi beli atau overweight tetap dipertahankan untuk saham bank BUMN ini.

Target harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditetapkan pada level Rp5.050 per saham. Target tersebut merefleksikan potensi kenaikan sekitar 14,0 persen dibandingkan harga pasar saat ini.

Sejumlah katalis dinilai berpeluang menopang pergerakan saham, termasuk pemulihan kinerja operasional yang lebih solid serta momentum pertumbuhan kredit yang tetap terjaga. Di sisi lain, investor juga dihadapkan pada risiko eksternal berupa ketidakpastian kondisi makroekonomi dan persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Iklan