Saham CBRE Berpeluang Menguat, Analis Bidik Target hingga Rp1.400
Saham CBRE diproyeksikan menguat meski sempat melemah pada sesi perdagangan pagi. Analis menargetkan harga dapat menembus Rp1.200 sebelum berlanjut menuju Rp1.300–Rp1.400. Sinyal teknikal mengonfirmasi rebound, sementara CBRE tengah menyiapkan rights issue hingga 48 miliar saham untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi.
Ilustrasi Armada CBRE. Perseroan
Emitenhub - Saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) diproyeksikan berpeluang menguat lebih tinggi dalam waktu dekat.
Pada sesi I perdagangan Jumat (5/12/2025), saham CBRE tercatat melemah 3,77% ke level Rp1.150 per saham.
Phintraco Sekuritas menilai harga CBRE berpotensi naik dan dalam waktu dekat dapat menguji level Rp1.200 per saham.
Jika level tersebut berhasil ditembus, saham CBRE diperkirakan dapat melanjutkan penguatan menuju kisaran Rp1.300–Rp1.400 per saham.
“CBRE trading buy, pola solid white marubozu mengonfirmasi rebound dan membuka peluang penguatan lanjutan. Lonjakan volume disertai potensi golden cross pada MACD turut memperkuat peluang tersebut,” tulis Phintraco dalam riset, Jumat (5/12/2025).
Di sisi lain, Cakra Buana Resources Energi (CBRE) berencana melakukan penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 48 miliar saham.
Aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Desember 2025.
Saham baru yang akan diterbitkan memiliki nilai nominal Rp25 per saham. Aksi rights issue ini bertujuan memperkuat struktur permodalan, menarik investor baru, serta memperbaiki posisi keuangan perseroan.
Manajemen CBRE menyampaikan bahwa dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk membayar sebagian utang kepada pihak ketiga, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta belanja modal (capex) terkait penambahan armada kapal.


