BBRI Terbitkan Obligasi Sosial Rp5 Triliun, Kupon hingga 5,95% dan Jatuh Tempo 2031
BBRI menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Tahap II senilai Rp5 triliun dengan kupon hingga 5,95% per tahun. Dana hasil penerbitan dialokasikan untuk pembiayaan proyek sosial, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan ekonomi.
BBRI Raih Laba Bersih Rp15,5 Triliun pada Kuartal I 2026 (Foto:BBRI)
Emitenhub.com - Rencana pendanaan melalui instrumen berwawasan sosial kembali disiapkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Emiten perbankan pelat merah ini menargetkan penghimpunan dana Rp5 triliun lewat Penawaran Umum Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Maret 2026, dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 25 Maret 2026.
Skema penerbitan tersebut merupakan bagian dari program Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I BBRI dengan target dana keseluruhan mencapai Rp20 triliun. Informasi ini tercantum dalam prospektus yang diumumkan di Jakarta pada Jumat, 27 Februari 2026, sebagai landasan penawaran lanjutan instrumen pendanaan tersebut.
Obligasi Berwawasan Sosial I BBRI Tahap II Tahun 2026 dibagi ke dalam tiga seri. Seri A memiliki pokok Rp1,236 triliun dengan bunga tetap 4,85% per tahun dan tenor 370 hari. Seri B ditawarkan senilai Rp2,666 triliun dengan jangka waktu tiga tahun dan bunga tetap 5,70% per tahun. Sementara itu, seri C berjumlah Rp1,097 triliun dengan tenor lima tahun dan bunga tetap 5,95% per tahun.
Pembayaran bunga Obligasi Berwawasan Sosial BBRI dijadwalkan berlangsung setiap triwulan. Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada 17 Juni 2026, sementara pembayaran terakhir sekaligus pelunasan pokok disesuaikan dengan masing-masing seri. Obligasi Seri A akan jatuh tempo pada 27 Maret 2027, Seri B pada 17 Maret 2029, dan Seri C pada 17 Maret 2031.
Dana yang diperoleh dari penawaran umum Obligasi Berwawasan Sosial BBRI Tahap II Tahun 2026, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan secara eksklusif untuk pembiayaan kembali proyek sosial yang telah berjalan. Alokasi dana tersebut difokuskan pada proyek yang mendukung atau mempromosikan penyediaan layanan infrastruktur dasar yang terjangkau, baik dari sisi akses maupun harga.
Sekitar separuh dari dana hasil penawaran umum obligasi berwawasan sosial tersebut akan diarahkan untuk penciptaan lapangan kerja serta program yang bertujuan mencegah dan/atau mengurangi pengangguran. Alokasi ini mencakup pembiayaan usaha kecil dan menengah serta pembiayaan mikro, sementara sisa dana digunakan untuk mendukung peningkatan dan pemberdayaan sosial ekonomi.
Dalam transaksi ini, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi. Adapun peran wali amanat diemban oleh PT Bank Tabungan Negara (BBTN).


